banner 728x250

Indonesia Dorong Akselerasi Ekonomi Digital ASEAN Lewat DEFA, Bidik Nilai US$2 Triliun di 2030

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta,kondusif.inewsciamis.com/– Asia Tenggara tengah berada di jalur cepat menuju ekonomi digital bernilai triliunan dolar. Dengan populasi lebih dari 680 juta jiwa dan penetrasi internet yang terus tumbuh, kawasan ini kini menjadi salah satu pasar digital paling dinamis di dunia.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2024 yang dirilis oleh Temasek, Bain & Company, dan Google, nilai ekonomi digital Asia Tenggara mencapai US$263 miliar dalam gross merchandise value (GMV) sepanjang 2024, menghasilkan pendapatan sekitar US$89 miliar.

banner 325x300

Indonesia menjadi motor utama di balik pertumbuhan tersebut.

Tahun lalu, ekonomi digital nasional tercatat senilai US$90 miliar, dan diproyeksikan melampaui US$110 miliar pada 2025.

Bahkan, angka itu diprediksi melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, di mana sektor e-commerce menyumbang hampir separuhnya atau sekitar US$150 miliar.

“Angka-angka ini menegaskan peluang luar biasa di Asia Tenggara. Karena itu, ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) menjadi instrumen penting untuk mendorong kolaborasi lintas negara menuju ekonomi digital senilai US$2 triliun pada 2030,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan The 14th ASEAN Digital Economy Framework Negotiating Committee Meeting di Jakarta, Selasa (7/10).

Kerangka Digital Pertama di Dunia

Inisiatif DEFA merupakan gagasan Indonesia saat menjadi Ketua ASEAN pada 2023 lalu.

Tujuannya, mempercepat integrasi ekonomi digital kawasan melalui harmonisasi regulasi, interoperabilitas sistem lintas batas.

Kemudian, pemberdayaan UMKM dan talenta digital di negara-negara anggota.

“DEFA akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi digital ASEAN. Framework ini bukan hanya tentang konektivitas, tapi juga tentang keadilan akses, keamanan data, dan peningkatan daya saing digital di seluruh kawasan,” kata Airlangga.

Hingga putaran ke-13 di Hanoi, Vietnam, perundingan telah menyepakati 19 dari 36 pasal (52,78%).

Pada Putaran ke-14 di Jakarta, para negosiator menargetkan kemajuan hingga 70% untuk pasal inti (core and value-added paragraphs).

Capaian tersebut akan menjadi dasar pengesahan dalam ASEAN Economic Ministers (AEM) ke-57 dan AEC Council ke-26 yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2025.

Fragmentasi Pasar dan Kebijakan Data

Meski potensinya besar, Airlangga mengingatkan masih banyak hambatan yang perlu diatasi.

Pasar digital ASEAN saat ini masih terfragmentasi, dengan regulasi dan kebijakan data yang berbeda antarnegara.

Kondisi tersebut menyulitkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menembus pasar lintas batas.

“Fragmentasi pasar dan perbedaan kebijakan ini menjadi pekerjaan rumah besar. DEFA diharapkan menjadi jembatan yang menyatukan ekosistem digital di ASEAN,” tegas Airlangga.

Beberapa isu utama yang masih dibahas meliputi Non-Discriminatory Treatment of Digital Products (NDTDP).

Cross-Border Transfer of Information (CBTI), Source Code, Location of Computing Facilities (LOCF), serta kerja sama kabel bawah laut telekomunikasi.

Target Finalisasi Awal 2026

Setelah perundingan di Jakarta, DEFA akan dilanjutkan dengan mekanisme joint monitoring, peningkatan peran sektor swasta.

Kemudian, penyusunan mekanisme penyelesaian sengketa (dispute mechanism) untuk memastikan implementasi berjalan efektif.

Pemerintah menargetkan draft final perjanjian rampung pada awal 2026, dan penandatanganan resmi dilakukan pada kuartal ketiga tahun yang sama.

“Kita harus menggandakan upaya agar DEFA menjadi kerangka ekonomi digital pertama di dunia yang bersifat regional, komprehensif, dan visioner,” tutur Airlangga.

Turut hadir dalam forum tersebut antara lain Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, DEFA NC Chair Prewprae Chumrum.

Kemudian, Director Market Integration ASEAN Secretariat Dr. Le Quang Lan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *