banner 728x250
News  

Efisiensi, Wali Kota Tasikmalaya Batalkan Mobil Dinas Baru

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya, Kondusif – Dalam langkah yang mencerminkan kepedulian terhadap efisiensi anggaran dan kepentingan masyarakat, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan memutuskan untuk membatalkan pengadaan mobil dinas baru. Anggaran sebesar Rp 1,8 miliar yang awalnya dialokasikan untuk kendaraan operasional kepala daerah kini dialihkan ke program yang lebih bermanfaat bagi warga.

Kebijakan ini diambil setelah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, meninjau ulang fasilitas kendaraan dinas yang ada. Mereka sepakat tetap menggunakan mobil dinas lama yang telah diperbaiki untuk operasional sehari-hari. Keputusan tersebut juga sejalan dengan upaya efisiensi anggaran yang dianjurkan oleh pemerintah pusat.

banner 325x300

“Operasional pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Setelah melihat kondisi kendaraan dinas kepala daerah, kami berdiskusi dengan Pak Wakil Wali Kota dan Pak Sekda. Akhirnya, kami memutuskan bahwa anggaran mobil baru lebih baik dialihkan untuk program yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Viman di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (3/3/2025).

Lebih lanjut, Viman menegaskan bahwa anggaran yang dialihkan akan difokuskan pada program prioritas yang mencakup sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, masih ada beberapa program yang perlu diperkuat agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya ingin memastikan bahwa program-program yang selama ini kurang efektif bisa benar-benar tepat sasaran. Karena itu, kami memprioritaskan pengalokasian dana ke sektor-sektor yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” tambahnya.

Meski demikian, Viman tidak menutup kemungkinan bahwa pengadaan mobil dinas baru tetap bisa dilakukan di masa mendatang jika kondisi kendaraan lama sudah tidak layak pakai.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, H. Asep Goparulloh, mengonfirmasi bahwa kendaraan dinas yang akan digunakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah mobil lama berjenis Pajero yang telah diperbaiki dan dinyatakan masih layak pakai.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, tidak ada pembelian mobil dinas baru. Anggarannya dialihkan untuk kepentingan masyarakat. Ini bentuk komitmen beliau dalam mengutamakan layanan publik,” kata Asep.

Keputusan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak karena mencerminkan kepemimpinan yang lebih mementingkan kebutuhan rakyat ketimbang fasilitas pribadi pejabat. Dalam pembahasan anggaran perubahan mendatang, barulah akan ditentukan secara rinci program mana yang akan menerima alokasi dana dari anggaran mobil dinas tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *