Surabaya,kondusif.inewsciamis.com/,– DPC GMNI Surabaya secara tegas membantah klaim yang menyebutkan bahwa mereka telah memberikan dukungan kepada Sujahri Somar sebagai calon Ketua Umum GMNI periode 2025–2028.
Klarifikasi ini muncul usai beredarnya informasi yang menyebut Ketua DPC GMNI Surabaya, Dhipa Satwika, menyerahkan surat rekomendasi kepada Sujahri.
“Keputusan resmi kami berdasarkan hasil Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) yang diikuti 21 komisariat pada 22 Juni 2025. Dalam forum tersebut, diputuskan bahwa DPC GMNI Surabaya akan mengusung calon ketua umum yang merupakan kader terbaik asal Kota Surabaya,” tegas Sekretaris DPC GMNI Surabaya, Alfito Rafif, pada Minggu (27/7/2025).
Fito menyampaikan, organisasi tak akan memberikan dukungan kepada calon yang dinilai tidak layak secara integritas dan kapasitas.
Ia mengkritik adanya kandidat yang tidak menyelesaikan perkuliahan.
“Kami tidak mungkin mendukung calon yang bahkan tidak tuntas dengan dirinya sendiri. GMNI butuh pemimpin yang paripurna, bukan yang berstatus drop out,” ujarnya.
Fito juga mengecam langkah Dhipa Satwika yang secara sepihak mengabaikan hasil Rapimcab.
Padahal, GMNI Surabaya telah melaksanakan pleno internal pada 14 Juli 2025 yang menetapkan dukungan resmi kepada Muhammad Risyad Fahlefi.
Ironisnya, lanjut Fito, surat rekomendasi untuk Risyad justru dicuri oleh Dhipa bersama satu pengurus cabang, Michael Widiyanto.
Keduanya kemudian sulit dihubungi setelah kejadian tersebut.
“Dhipa sendiri telah menandatangani surat dukungan untuk Risyad. Tapi kemudian ia dan Michael secara sepihak mengambil surat itu dan menghilang. Ini tindakan yang mencederai kehormatan organisasi,” ungkap Fito.
Menurutnya, surat yang akhirnya diberikan kepada Sujahri Somar tidak memiliki legitimasi.
Pasalnya, tidak mendapatkan persetujuan dari sekretaris DPC, pengurus cabang lainnya, serta 21 komisariat se-Surabaya.
“Surat itu tidak sah. Bukan hasil keputusan kolektif. Ini murni langkah pribadi Dhipa,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Fito menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan marwah organisasi.
“Demi keberlangsungan dan kehormatan DPC GMNI Surabaya, kami segera mengambil keputusan besar yang akan kami umumkan dalam waktu dekat,” pungkasnya


















