Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan masih perlu ditanamkan sebagai budaya, bukan sekadar reaksi sesaat.
Lebih jauh, Andang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung sistem keamanan modern. Di tengah perkembangan zaman, teknologi dinilai mampu menjadi alat efektif dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons potensi gangguan kamtibmas secara cepat dan akurat.
“Ke depan, sistem keamanan tidak bisa lagi berjalan secara konvensional. Pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian penting dalam strategi menjaga kondusivitas wilayah,” tambahnya.
Kegiatan FGD ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan model implementasi kebijakan kamtibmas yang lebih adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap dinamika sosial. Kehadiran berbagai unsur dalam forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan yang tidak hanya konseptual, tetapi juga aplikatif di lapangan.
Melalui disertasi yang tengah disusun, AKBP Akmal diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengelolaan kamtibmas, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang solid serta dukungan pendekatan ilmiah yang kuat, Kabupaten Ciamis optimistis dapat terus menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh masyarakat./Red***


















