banner 728x250

Dinkes Ciamis Ingatkan Warga, Nyamuk DBD Gigit di Siang Hari!

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/– Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gigitan nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski sebagian besar orang mengira nyamuk beraksi pada malam hari, faktanya nyamuk Aedes aegypti penyebab utama DBD lebih aktif menggigit di siang hari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Edis Herdis, mengatakan bahwa jenis nyamuk ini memiliki perilaku khas yang sering membuat masyarakat lengah.

banner 325x300

“Penyebab utama penyakit DBD adalah nyamuk Aedes aegypti, khususnya yang betina. Nyamuk ini menggigit pada siang hari, bukan malam hari,” ujar Edis Herdis, Rabu (8/10/2025), di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

Waspada Aktivitas Siang Hari

Menurut Edis, masyarakat yang bekerja atau beraktivitas di luar rumah pada siang hari memiliki risiko lebih tinggi tertular virus dengue.

Aktivitas padat di lingkungan sekolah, kantor, atau area padat penduduk bisa menjadi lokasi penularan tanpa disadari.

“Masyarakat harus memperhatikan aktivitasnya di siang hari apakah bekerja di luar daerah atau beraktivitas di lingkungan padat penduduk. Ada kemungkinan seseorang tertular di luar daerah jika aktivitas hariannya di luar wilayah Ciamis,” jelasnya.

Selain itu, warga dari luar daerah yang beraktivitas di Ciamis juga bisa membawa risiko penularan baru.

Inilah sebabnya, lanjut Edis, Dinas Kesehatan melakukan koordinasi lintas kabupaten untuk mengantisipasi penyebaran virus dengue antarwilayah.

Penyebaran Bisa Lintas Batas Wilayah

Edis menegaskan, penyebaran DBD tidak mengenal batas administratif.

Mobilitas penduduk yang tinggi, baik untuk bekerja maupun berdagang, memungkinkan virus dengue menular dari satu daerah ke daerah lain.

“Kami melakukan koordinasi lintas kabupaten untuk penanganan DBD, karena penyebarannya bisa melampaui batas wilayah. Penanggulangan DBD harus dilakukan secara kolaboratif,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Ciamis terus memperkuat jejaring komunikasi antarwilayah untuk memastikan data kasus terpantau secara real time dan langkah pengendalian bisa dilakukan serentak.

Pencegahan Masih Jadi Senjata Utama

Meski kasus DBD di Ciamis menunjukkan tren penurunan pada 2025, Edis mengingatkan bahwa kewaspadaan masyarakat tidak boleh kendor.

Menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air, dan menerapkan gerakan 3M Plus tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

“Intinya, penanggulangan DBD harus dilakukan secara kolaboratif, dengan memperhatikan faktor perilaku, lingkungan, dan aktivitas masyarakat,” tegas Edis Herdis.

Ia juga mengimbau warga agar memperhatikan waktu nyamuk aktif menggigit, yaitu pada pagi menjelang siang dan sore hari.

Sehingga penggunaan lotion antinyamuk atau pakaian tertutup saat beraktivitas di siang hari sangat disarankan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *