banner 728x250
News  

Dicky Candra Nyanyikan“Bongkar”: Sindiran Halus untuk Birokrasi Tasikmalaya

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/– Wakil Wali Kota yang menjabat Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, kembali menyita perhatian publik. Dalam beberapa kesempatan, mantan seniman itu kerap membawakan lagu legendaris “Bongkar” milik Iwan Fals.

Lagu tersebut kini terasa semakin relevan dengan kondisi pemerintahan di Tasikmalaya.

banner 325x300

Pada sebuah acara bersama Gubernur Jawa Barat, Dicky melantunkan lagu itu dengan penuh penghayatan.

Penampilannya bukan sekadar nostalgia, melainkan pesan simbolik yang mengandung makna perubahan.

Publik pun penasaran, apa sebenarnya yang ingin “dibongkar” oleh sang wali kota?

“Makna ‘bongkar’ itu luas. Yang pertama harus dibongkar adalah diri kita sendiri, penyakit hati, keserakahan, dan ketamakan,” ujar Dicky pada Jumat (23/10/2025).

Ia menegaskan, perubahan sejati harus dimulai dari introspeksi pribadi.

Dicky bahkan menyinggung julukan “pejabat miskin” yang melekat padanya.

Bagi dirinya, kesederhanaan bukanlah aib, tetapi bentuk konsistensi untuk tetap membumi meski memegang jabatan publik.

“Bayangkan, saya wali kota tapi cucu saya dikhitan di klinik sederhana karena saat itu saya tak punya uang. Sementara pejabat lain bisa membuat pesta meriah,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman itu menjadi pengingat penting bagi pejabat agar tidak terjebak dalam simbol kemewahan.

Ia menilai, pejabat justru seharusnya menjadi contoh efisiensi, bukan berlomba menunjukkan kemegahan.

“Yang menyedihkan bukan karena saya tidak mampu merayakan, tapi karena kita tidak sadar. Pemerintah seharusnya tidak perlu bermewah-mewahan di tengah seruan efisiensi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dicky juga menyoroti sejumlah persoalan klasik dalam birokrasi daerah.

Ia menilai, banyak perencanaan proyek yang tidak memperhatikan aspek lingkungan dan lemahnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau sistemnya salah, ya harus dibenahi. Kalau ada yang tersindir, tidak masalah, yang penting memperbaiki,” ujarnya lugas.

Dicky Candra Tekankan Potensi Daerah

Selain itu, Dicky menekankan pentingnya inovasi ekonomi daerah.

Ia menyebut potensi besar seperti pengelolaan taman hutan raya, pengembangan bandara, hingga pembangunan biorama yang belum tergarap maksimal.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung persoalan infrastruktur, terutama jalan menuju Situ Gede yang rusak parah namun belum tertangani akibat keterbatasan anggaran.

“Jalan menuju Situ Gede rusak parah, kita semua tahu itu. Tapi lagi-lagi terbentur anggaran,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *