banner 728x250
News  

Dian Sholeh: Jurnalis dan Netizen Adalah Penjaga Martabat Manusia di Era Digital

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/- Dian Sholeh Sosialisasi P5HAM,– Praktisi media Dian Sholeh Wardiana Putra menegaskan bahwa media massa dan masyarakat digital kini memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai hak asasi manusia (HAM).

Menurutnya, arus informasi yang tak terbendung di era digital membawa peluang sekaligus ancaman terhadap penghormatan HAM.

banner 325x300

Hal itu disampaikannya dalam sesi materi “HAM dalam Perspektif Media Massa dan Digital” pada kegiatan Sosialisasi Program P5HAM di Hotel Tyara Plaza, Ciamis, Senin (6/10/2025).

“Media bukan sekadar penyebar berita, tapi juga penjaga nilai kemanusiaan. Di era digital, setiap jurnalis bahkan setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab moral terhadap kebenaran informasi,” ujar Dian.

Ia menjelaskan, kebebasan berpendapat merupakan bagian dari HAM yang dijamin oleh Pasal 19 Deklarasi Universal HAM dan Pasal 28E UUD 1945.

Namun, kebebasan itu harus disertai tanggung jawab agar tidak melanggar hak orang lain.

“Kebebasan berekspresi harus seimbang dengan etika. Jangan sampai menjadi alat untuk menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, atau hoaks,” katanya.

Menurut Dian, media massa memiliki peran penting dalam mengedukasi publik tentang nilai-nilai HAM.

Melalui jurnalisme investigatif, media dapat mengungkap pelanggaran HAM dan memberi ruang bagi korban untuk bersuara.

Setiap Klik Punya Dampak

Di sisi lain, dunia digital menciptakan dimensi baru HAM, seperti hak atas data pribadi, hak privasi, hak untuk dilupakan, dan hak akses terhadap informasi.

Namun, ia menilai ruang digital juga rentan terhadap pelanggaran baru seperti cyberbullying, doxing, hingga pengawasan berlebihan (surveillance).

“Setiap klik dan unggahan punya dampak. Netizen juga harus paham literasi digital agar tidak menjadi pelanggar HAM tanpa sadar,” tegasnya.

Dian mencontohkan, kampanye global seperti #SaveUyghur dan liputan investigatif HAM Papua menjadi bukti bahwa media bisa menjadi kekuatan besar dalam memperjuangkan kemanusiaan.

Namun sebaliknya, eksploitasi korban dalam pemberitaan kriminal juga menunjukkan sisi gelap media yang perlu dikoreksi.

“Kuncinya ada pada keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Media harus menegakkan etika, sementara publik perlu membangun budaya empatik dan kritis,” ujarnya.

Dian menutup materinya dengan ajakan reflektif kepada seluruh peserta.

“Pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah menggunakan media secara etis dan beradab? Karena HAM di era digital tidak hanya tanggung jawab negara, tapi juga tanggung jawab kita semua,” tutupnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *