Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Sebuah kabar membanggakan datang dari Kabupaten Ciamis. Desa Jalatrang juara nasional P2B atau Pekarangan Pangan Bergizi tingkat Mabes Polri untuk zona baru.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung dalam Malam Apresiasi Polri untuk Masyarakat di Gedung PTIK, Jakarta, Selasa malam, 22 Juli 2025.
Desa Jalatrang terpilih sebagai pemenang pertama setelah melalui proses panjang dan seleksi ketat.
Mereka mewakili Polda Jawa Barat dalam kompetisi nasional yang bertujuan mengedukasi sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan.
Kolaborasi Erat, Dampak Nyata
Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, S.H., S.I.K., memberikan apresiasi langsung kepada Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi.
“Ini bukti nyata bahwa kolaborasi masyarakat dan kepolisian bisa memberikan dampak luar biasa bagi kesejahteraan bersama,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Kepala Desa Dadi Haryadi saat mengungkapkan bahwa capaian ini bukan prestasi instan.
“Program pemanfaatan pekarangan rumah sudah dimulai sejak 2021,” kata Dadi saat ditemui di Kantor Desa Jalatrang, Jumat (25/7/2025) .
Bahkan, saat itu belum ada lomba, namun kesadaran akan pentingnya mengurangi pengeluaran rumah tangga jadi pemicunya.
“Program ini muncul setelah kami melakukan survei. Dari 1.000 rumah, pengeluaran hanya untuk tiga bumbu dapur cabai, tomat, dan bawang mencapai Rp72 juta per bulan,” ungkap Dadi.
Dari data itu, pihak desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendorong warga menanam sendiri kebutuhan dapur mereka.
Hasilnya luar biasa: hingga kini, sekitar 75 persen rumah di Jalatrang telah aktif mengelola pekarangannya.
Bukan Soal Lomba, Tapi Gaya Hidup Mandiri
Dadi menekankan bahwa program P2B bukan sekadar untuk mengejar penghargaan, melainkan untuk membangun kebiasaan baru masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi dan pangan.
“P2B itu bukan berarti yang ditanam harus bergizi, tapi bagaimana masyarakat bisa mengatur anggaran rumah tangga agar kebutuhan gizi bisa terpenuhi. Kalau cabai dan tomat bisa ditanam sendiri, uangnya bisa dialihkan beli protein seperti telur atau daging,” jelasnya.
Konsep ini ternyata sangat cocok diterapkan di Jalatrang. Selain tanahnya subur, warga juga mulai terbiasa menanam berbagai kebutuhan pangan rumah tangga.
Kemenangan yang Menyulut Semangat
Penghargaan di tingkat nasional tidak hanya membawa nama harum bagi Ciamis, tapi juga menyulut semangat seluruh warga Jalatrang.
Dadi Haryadi menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, mulai dari masyarakat, lembaga desa, hingga pemerintah kabupaten dan kepolisian.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat, LKD, PKK, penyuluh pertanian, BPD, MUI, akademisi, dan media yang selalu mengawal kami. Ini bukan prestasi Kepala Desa, tapi prestasi kolektif warga Jalatrang,” ujar Dadi.
Bahkan, ke depan, ia menargetkan Jalatrang bisa menjadi salah satu sentra penghasil bawang merah di Kabupaten Ciamis.
Meski belum ada hamparan lahan besar, namun jika pekarangan dikelola secara konsisten, potensi ekonomi rumah tangga bisa terus tumbuh.
Inspirasi untuk Indonesia
Kasat Binmas Polres Ciamis, AKP Rahmat Komara, S.H., M.H., berharap apa yang dilakukan di Jalatrang bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di desa-desa lain.
“Semoga program ini menginspirasi banyak desa. Pemanfaatan pekarangan bukan hanya solusi ekonomi, tapi juga solusi ekologi dan sosial. Ini langkah nyata menuju ketahanan pangan,” ujarnya.
Keberhasilan Desa Jalatrang membuktikan bahwa solusi besar bisa dimulai dari langkah kecil.
Saat pekarangan tidak lagi dibiarkan kosong, tetapi dikelola dengan semangat gotong-royong, dampaknya bisa menasional.
“Desa Jalatrang juara nasional P2B, bukan karena kebetulan tapi karena kerja keras, data yang kuat, dan kolaborasi yang erat,” Tutup Dadi.


















