banner 728x250
News  

Data Warga Jawa Barat Diperjualbelikan di Dark Web? Ini Kata Pemprov

banner 120x600
banner 468x60

Bandung,kondusif.inewsciamis.com/,– Data Warga Jabar Bocor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat merespons serius isu kebocoran data pribadi yang diduga menimpa jutaan penduduknya. Dugaan ini mencuat setelah akun anonim bernama DigitalGhostt memposting cuitan di platform media sosial X (dulu Twitter) pada 10 Juli 2025 yang menyebutkan bahwa dirinya menguasai data pribadi 4,6 juta warga Jabar.

Menurut pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, langkah koordinasi telah dilakukan dengan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Direktorat Cyber Crime Polda Jabar.

banner 325x300

“Saya sudah minta agar Diskominfo segera berkoordinasi dengan tim siber dari Polda Jawa Barat untuk menyelidiki dan menangani hal ini secepatnya,” ungkap Erwan, saat diwawancara.

Erwan menyebutkan, dari laporan awal yang ia terima, jumlah data yang berpotensi bocor bisa mencapai 9 persen dari total penduduk Jabar, atau sekitar 4,6 juta identitas.

Ia menegaskan pentingnya upaya pencegahan agar kasus ini tidak berkembang lebih luas.

“Kami tentu tidak bisa membiarkan situasi ini terus bergulir. Harus ada tindakan cepat agar jumlah korbannya tidak terus bertambah,” tambahnya.

Meski begitu, Wakil Gubernur mengaku masih menunggu laporan rinci mengenai sumber pasti dan celah sistem yang memungkinkan kebocoran itu terjadi.

“Kami belum tahu secara pasti dari mana kebocoran ini berasal, dan bagaimana bentuk data yang bocor. Informasinya masih bersifat dugaan,” jelasnya.

Unggahan DigitalGhostt Soal Data Warga Jabar Bocor

Sementara itu, dalam unggahannya di X, akun DigitalGhostt menulis sindiran tajam dalam bahasa Inggris yang mengkritik lemahnya sistem keamanan siber instansi pemerintahan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

“Hello Indonesian people (especially the people of West Java), could your personal data be in my possession? Where is the cyber defense? Is it asleep on a pile of money?”

Terjemahannya

“Halo rakyat Indonesia (terutama masyarakat Jawa Barat), mungkinkah data pribadi kalian ada di tangan saya? Di mana pertahanan siber kalian? Apakah sedang tertidur di atas tumpukan uang?”

Tak berhenti di situ, akun tersebut juga menyertakan tangkapan layar dari forum di dark web.

Dalam forum itu terlihat tawaran bertuliskan “4.6 million data of West Java Indonesian citizens [DATABASE]”.

Lengkap dengan logo resmi Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah dari Setda Provinsi Jawa Barat.

Informasi yang diduga bocor itu meliputi nama lengkap, alamat, NIK, alamat email, dan pekerjaan.

Jika informasi ini benar adanya, maka potensi penyalahgunaan data sangat besar dan berisiko terhadap keamanan warga.

Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa penyelidikan terus berlangsung dan masyarakat diimbau untuk waspada.

Serta tidak sembarangan memberikan data pribadi mereka ke situs atau lyanan yang tidak resmi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *