banner 728x250
News  

Ciamis Darurat Kekerasan Anak, Bupati Herdiat: Jangan Sampai Guru Jadi Pelaku!

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengungkap data mengejutkan terkait tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya. Tercatat, sepanjang tahun 2025, terdapat 83 kasus kekerasan yang mencuat, termasuk di antaranya kasus pelecehan seksual.

​”Kasus kekerasan, pelecehan pada perempuan dan anak trennya naik terus. Tahun kemarin di 2025, ada 83 kasus yang dilaporkan,” ujar Herdiat saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal PGRI di Gedung Aula STIKES Muhammadiyah Ciamis, Selasa (7/4/2026).

banner 325x300

​Sentil Moralitas Tenaga Pendidik

​Herdiat mengaku sangat prihatin karena kasus-kasus memilukan tersebut justru kerap terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, yakni lingkungan pendidikan.

Ia pun memberikan peringatan menohok kepada seluruh tenaga pendidik yang hadir.

​”Saya berharap Bapak dan Ibu harus bisa menjadi suri teladan yang baik. Tidak sedikit kasus pelecehan seksual malah terjadi di lingkungan kita sendiri,” cetusnya dengan nada tegas.

​Ia mengingatkan bahwa guru memiliki tanggung jawab moral yang berat untuk menjaga martabat anak didik.

Menurutnya, karakter anak-anak sangat bergantung pada perilaku para pengajarnya.

​”Kita punya tanggung jawab menjaga anak-anak kita. Kalau kitanya saja nggak bener, ya pasti anak-anaknya juga tidak bener,” tambah Herdiat.

​Waspada Dampak Digitalisasi

​Selain ancaman fisik dan seksual, Herdiat juga menyoroti bahaya laten digitalisasi yang mulai merambah anak usia dini.

Ia menyebut banyak anak TK dan SD yang kini sudah mahir mengoperasikan gawai tanpa pengawasan yang memadai.

​Kondisi ini, menurutnya, menjadi pintu masuk bagi hal-hal negatif jika tidak dikendalikan dengan ketat oleh guru di sekolah maupun orang tua di rumah.

​”Teknologi digitalisasi sangat luar biasa. Tapi kalau lemah pengawasan dan pengendaliannya, anak-anak kita bisa terjerumus pada hal-hal negatif,” tuturnya mengingatkan.

​Ajakan Menjadi Agen Perubahan

​Di akhir pernyataannya, Herdiat meminta para guru untuk memposisikan diri sebagai agent of change (agen perubahan).

Ia menuntut para pendidik untuk tidak hanya fokus pada kurikulum, tetapi juga peka terhadap perkembangan zaman dan perilaku anak didik di sekolah.

​”Pengendalian dan pengawasan terhadap anak-anak kita ketika ada di sekolah adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita cegah bersama agar angka kekerasan ini tidak terus meroket,” pungkas Herdiat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *