banner 728x250

PDA Ciamis Perjuangkan Hak Anak Terhadap Imunisasi, Tembus Stigma dan Ketidakpercayaan di Lima Kecamatan

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/Ciamis Bergerak Lawan Zero Dose,- Upaya menurunkan angka zero dose atau anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar, masih menghadapi tantangan serius di Kabupaten Ciamis.

Menyadari urgensi ini, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ciamis menggelar advokasi dan sosialisasi imunisasi nasional di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (8/7/2025), sebagai bentuk langkah konkret memperjuangkan hak kesehatan anak-anak.

banner 325x300

Ketua PDA Ciamis, Nunung ‘Aeni Nurazizah, menekankan bahwa imunisasi adalah bagian dari perlindungan dasar.

Yang semestinya tak boleh terlewatkan, terutama bagi anak-anak di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah.

“Sosialisasi ini adalah wujud nyata kepedulian kami agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari perlindungan imunisasi. Ini adalah hak mereka yang harus diperjuangkan bersama,” tegasnya.

Pelibatan Kader Aisyiyah di Wilayah Terpinggirkan

Program ini menyasar lima kecamatan yang tercatat memiliki cakupan imunisasi terendah.

Kader-kader Aisyiyah di wilayah tersebut telah mendapatkan pelatihan imunisasi dan teknik komunikasi.

Yang bertujuan agar mereka mampu menjangkau masyarakat secara lebih persuasif dan edukatif.

Nunung menjelaskan, strategi pendekatan dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, mulai dari Bupati, TP PKK, kepala puskesmas, hingga perangkat desa.

Pendekatan lintas sektor ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Edukasi 31 Anak: Ciamis Bergerak Lawan Zero Dose

Kepala Divisi Kesehatan PDA Ciamis, Susi Wartini, mengungkapkan bahwa setiap kader bertanggung jawab terhadap edukasi terhadap 31 anak yang belum pernah menerima imunisasi.

Targetnya, setidaknya 18 anak dari tiap kader bisa mendapatkan imunisasi hingga Oktober 2025.

Namun, menurut Susi, jalan menuju keberhasilan program ini tidak mudah.

Tantangan utama bukan semata soal akses atau logistik, tetapi lebih dalam: stigma dan keyakinan sosial-budaya yang melekat kuat.

“Sebagian orang tua masih meyakini bahwa imunisasi itu tidak perlu, bahkan ada yang dilarang oleh keluarga,” jelasnya.

Ini bukan sekadar tugas edukasi, tapi juga perjuangan melawan disinformasi dan ketakutan turun-temurun,” tambahnya.

Imunisasi dan Agama: Upaya Membangun Jembatan Kepercayaan

Menyikapi tantangan itu, PDA Ciamis mengambil pendekatan berbasis nilai agama.

Menurut Susi, imunisasi bukanlah hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, justru sejalan dengan prinsip menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini.

“Kami harap pendekatan dari kader Aisyiyah, yang juga merupakan bagian dari masyarakat dan tokoh perempuan di lingkungannya, bisa menembus sekat-sekat yang menghambat pemahaman,” tuturnya optimistis.

Imunisasi: Hak Dasar Anak yang Masih Harus Diperjuangkan

Advokasi yang dilakukan PDA Ciamis menggarisbawahi fakta bahwa masih banyak anak di Indonesia yang belum mendapatkan hak dasarnya untuk imunisasi.

Di tengah target nasional dan kampanye global tentang eliminasi penyakit menular, realitas di akar rumput menunjukkan masih adanya hambatan sosial yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan logistik atau regulasi.

Program ini menjadi contoh bahwa upaya menyehatkan anak bangsa tidak cukup hanya melalui sistem formal pemerintah.

Tapi butuh gerakan akar rumput dengan pendekatan yang personal, sensitif budaya, dan kolaboratif.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *