banner 728x250
News  

Ciamis Berbenah, Pernyataan Sikap Bersama Jadi Alarm Darurat Kekerasan Seksual

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Ciamis Atasi Kekerasan Seksual,- Dalam momentum tasyakuran HUT RI ke-80 sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama tokoh agama dan masyarakat menggelar silaturahmi di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (20/8/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang menyatukan langkah antara pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk mengatasi meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Ciamis.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi.

Tercatat sejak Januari hingga Agustus 2025, ada 50 kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak.

Dari jumlah tersebut, 7 kasus merupakan KDRT, sementara 43 sisanya adalah kekerasan dan pelecehan seksual.

Bahkan, ada kasus anak SD yang hamil, serta kasus korban anak laki-laki dengan jumlah korban lebih dari 10 orang dalam satu peristiwa.

“Ini sangat mengkhawatirkan, dan tidak bisa hanya ditangani pemerintah atau aparat hukum saja. Perlu sinergi semua pihak agar masalah ini bisa ditekan,” tegas Herdiat.

Sebagai penguatan moral, Ketua MUI Ciamis KH. Saeful Uyun membacakan pernyataan sikap bersama yang ditandatangani oleh berbagai elemen.

Mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat. Ada enam poin utama dalam pernyataan tersebut.

Ciamis Atasi Kekerasan Seksual Dengan Pernyataan Sikap Bersama

1. Mengutuk keras segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak.

2. Mendukung aparat hukum agar menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai aturan.

3. Mendukung upaya pencegahan dari pemerintah dan masyarakat.

4. Menghimbau lembaga pendidikan formal dan nonformal, termasuk pesantren, agar meningkatkan pengawasan terutama penggunaan gawai berbasis Android.

5. Mengajak setiap keluarga menjaga keharmonisan dan melindungi anak-anak dari potensi kekerasan.

6. Mendorong penambahan jam pelajaran agama di sekolah umum atau memaksimalkan fungsi madrasah diniyah.

Lebih lanjut, KH. Saeful Uyun menegaskan, pernyataan ini adalah bentuk kepedulian sekaligus komitmen nyata masyarakat Ciamis dalam melawan kekerasan seksual.

“Kita ingin membangun generasi religius, maju, dan berkualitas. Pencegahan harus dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, dengan adanya sinergi pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan kasus kekerasan seksual di Ciamis bisa ditekan.

Momen religius ini juga sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan akhlak generasi muda jauh lebih penting dan lebih berat dibanding pembangunan fisik semata.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *