banner 728x250

Cegah Pungli Kembali Viral, Polsek Manonjaya Intensifkan Patroli di Jembatan Cirahong

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/,- Polsek Manonjaya bergerak cepat memperketat pengawasan di kawasan ikonik Jembatan Cirahong. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas keamanan sekaligus menyapu bersih potensi pungutan liar (pungli) yang belakangan sempat mencoreng citra kawasan tersebut di media sosial.

​Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah SH, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lokasi murni untuk menjalankan fungsi patroli keamanan, bukan sebagai petugas penjaga pintu jembatan.

banner 325x300

​Polsek Manonjaya Fokus Patroli Berkala

​Soni menjelaskan, sesuai mandat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Harkamtibmas, Polri berkewajiban menjaga ketertiban di objek-objek vital. Oleh karena itu, patroli rutin kini semakin diintensifkan.

​”Koridor kami adalah menjaga stabilitas keamanan di Jembatan Cirahong. Kami secara teknis melaksanakan patroli berkala, baik pagi, siang, maupun malam hari. Jadi, fokus kami adalah patroli wilayah, bukan menjaga pintu jembatannya,” ujar AKP Soni Alamsyah, Selasa (7/4/2026).

​Sentil Isu Pungli Viral

​Kepolisian juga mengedepankan pendekatan dialogis kepada masyarakat sekitar. Soni mewanti-wanti oknum warga agar tidak memanfaatkan situasi untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum, terutama pungli yang kerap meresahkan pengguna jalan.

​”Kami memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama mereka yang sering beraktivitas di sana, agar menjaga ketertiban. Jangan sampai muncul lagi kegaduhan di medsos terkait pungli. Ranah kami adalah memastikan keamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

​Jaga Cagar Budaya Peninggalan Belanda

​Lebih lanjut, Soni mengingatkan bahwa Jembatan Cirahong bukan sekadar akses jalan, melainkan aset bersejarah milik PT KAI yang berstatus cagar budaya. Apalagi, akses jalan roda dua baru saja dipercantik oleh pemerintah provinsi.

​Ia berharap masyarakat memiliki rasa memiliki yang tinggi untuk merawat fasilitas tersebut, bukan justru menjadikannya lapak praktik ilegal.

​”Ini peninggalan Belanda yang harus kita lestarikan bersama. Kami dari kepolisian akan terus memantau melalui patroli agar fasilitas ini tetap aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat tanpa adanya gangguan premanisme,” pungkasnya.

Penulis: Henikondusif.inewsciamis.com/

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *