banner 728x250
News  

Cegah Kecelakaan Siswa, Disdik Ciamis Larang Aktivitas Berisiko Tanpa Pendampingan

Kepala Dinas Pendidikan mengeluarkan instruksi ketat bagi seluruh jenjang sekolah untuk mengawasi kegiatan fisik hingga penggunaan gawai guna menjamin keselamatan peserta didik.

banner 120x600
banner 468x60

CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis bergerak cepat merespons potensi bahaya yang mengancam keselamatan siswa, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Melalui surat imbauan resmi, otoritas pendidikan setempat meminta para kepala sekolah memperketat pengawasan terhadap aktivitas fisik yang berisiko tinggi bagi peserta didik.

banner 325x300

​Dalam surat bernomor 400.3.5/3506-Disdik.2/2026 tersebut Himbauan Aktivitas Beresiko

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, menginstruksikan agar setiap kegiatan yang memerlukan keterampilan khusus wajib didampingi oleh tenaga profesional atau pendidik yang kompeten.

​”Langkah ini diambil demi meningkatkan keselamatan sekaligus penguatan pembinaan karakter anak di seluruh satuan pendidikan se-Kabupaten Ciamis,” tulis Erwan dalam surat yang dirilis pada Rabu, 6 Mei 2026.

​Waspada ‘Free Style’ hingga Olahraga Air

​Disdik Ciamis secara spesifik menyoroti beberapa aktivitas yang kerap luput dari pengawasan namun berisiko fatal.

Poin-poin krusial yang ditegaskan meliputi:

  • ​Pengawasan Ketat: Siswa dilarang melakukan gerakan senam free style, olahraga bela diri, hingga berenang tanpa pendampingan ahli.
  • ​Keselamatan Fisik: Larangan ini berlaku tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga pada aktivitas luar sekolah yang membahayakan keselamatan anak.

​Literasi Digital dan Peran Orang Tua

​Tak hanya persoalan fisik, pengawasan di ranah digital juga menjadi perhatian serius. Para guru diminta mendampingi siswa dalam penggunaan ponsel pintar (smartphone) serta media sosial.

Edukasi mengenai literasi digital ditekankan agar teknologi dapat digunakan secara bijak oleh generasi muda.

​Erwan juga mendorong sekolah untuk mengalihkan energi peserta didik ke kegiatan positif.

Dengan pengembangan seni, olahraga terukur, dan minat bakat lainnya yang lebih konstruktif bagi pembentukan karakter.

​Di sisi lain, kolaborasi dengan orang tua menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.

Sekolah diminta mengoptimalkan komunikasi dengan wali murid agar pengawasan terhadap anak tetap berlangsung secara berkelanjutan, bahkan setelah jam sekolah berakhir.

​Melalui instruksi ini, Dinas Pendidikan Ciamis berharap tidak ada lagi insiden yang membahayakan nyawa siswa.

Akibat minimnya pengawasan dan kelalaian dalam mendampingi aktivitas berisiko.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *