Bekasi, Kondusif – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menertibkan bangunan liar di sepanjang bantaran Kali Sepak, Desa Srijaya dan Srimukti, Kecamatan Tambun Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proyek normalisasi sungai untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan bahwa normalisasi ini bertujuan untuk memperlebar dan mendalami aliran Kali Sepak agar mampu menampung lebih banyak air saat musim hujan.
“Hari ini kita lakukan normalisasi, nanti akan dilebarkan dan didalami supaya bisa menampung lebih banyak air, sehingga banjir bisa dicegah,” ujar Ade saat meninjau lokasi di Desa Srijaya, Jumat (14/3/2025).
Menurut Ade, penyempitan Kali Sepak menjadi salah satu penyebab utama banjir di Tambun Utara. Kondisi ini diperparah oleh sedimentasi serta maraknya bangunan liar di sepanjang bantaran sungai. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya mengembalikan fungsi sungai dengan menertibkan bangunan-bangunan tersebut.
Pembongkaran yang dilakukan sejak pagi itu dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Bupati Bekasi. Sebanyak 60 bangunan liar, yang sebagian besar digunakan sebagai tempat tinggal dan warung, diruntuhkan menggunakan alat berat ekskavator.
Ade menambahkan, proyek normalisasi ini diharapkan dapat segera rampung agar masyarakat Tambun Utara tidak lagi dihantui ancaman banjir.
“Penertiban sudah dimulai, mudah-mudahan bisa cepat selesai. Tahun ini, banjir di sini lebih parah dari sebelumnya karena jalur air semakin sempit. Maka dari itu, normalisasi harus dilakukan,” jelas Bupati Bekasi.
Terkait reaksi warga, Ade mengklaim tidak ada penolakan terhadap pembongkaran ini. “Alhamdulillah, masyarakat mendukung. Tidak ada penolakan, semuanya berjalan tertib,” kata Ade.
Namun, pernyataan itu berbanding terbalik dengan keluhan sejumlah warga yang mengaku tidak mendapat sosialisasi terkait pembongkaran ini. Salah satunya Wana (55), seorang pedagang sate yang memiliki warung di bantaran sungai.
“Saya tahu pembongkaran itu tanggal 10 April setelah Lebaran, tapi tiba-tiba hari ini sudah dibongkar. Lurah enggak tahu, camat juga enggak tahu,” ungkap Bupati Bekasi.
Meski menuai pro dan kontra, pemerintah daerah menegaskan bahwa normalisasi Kali Sepak merupakan langkah penting untuk menanggulangi banjir di Tambun Utara. Pembongkaran bangunan liar pun dipastikan akan terus berlanjut demi kelancaran proyek ini.


















