banner 728x250
News  

Bukan Sekadar Publikasi, AKBP Akmal Sebut Media Sebagai Mitra Strategis

Keterangan foto: M. Rifai (kiri), AKBP Akmal (kanan).
Keterangan foto: M. Rifai (kiri), AKBP Akmal (kanan).
banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Media massa bukan sekadar sarana publikasi, melainkan jembatan krusial yang menentukan citra kepolisian di mata publik. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Model Implementasi Kebijakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)” yang digelar di Aula Pesat Gatra Polres Ciamis, Senin (27/4/2026).

​Acara yang diinisiasi oleh AKBP Akmal, mahasiswa Universitas Pasundan, ini merupakan bagian dari penyusunan disertasi Program S3 Doktor Ilmu Sosial Universitas Pasundan Bandung.

banner 325x300

​Dalam forum tersebut, Muhamad Rifai yang hadir sebagai insan pers melontarkan serangkaian pertanyaan tajam mengenai bagaimana model Kamtibmas ini dapat menjadikan media sebagai mitra strategis.

Bukan hanya penyambung informasi, serta menjamin keterbukaan informasi dan membangun kepercayaan publik.

​Media sebagai ‘Penerjemah’ Bahasa Polisi

​Menanggapi hal tersebut, AKBP Akmal menegaskan bahwa media memegang peran yang sangat strategis.

Ia mengakui bahwa tanpa bantuan media, banyak kegiatan positif kepolisian yang tidak akan tersampaikan kepada masyarakat secara luas.

​”Media menjadi jembatan informasi bagi kami. Jangkauan kami terbatas, namun dengan bantuan media melalui berbagai platform, mulai dari TikTok hingga media daring, program kepolisian bisa tersampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami,” ujar AKBP Akmal.

​Ia tidak menampik bahwa bahasa instruksi di kepolisian terkadang terasa kaku.

Padahal, setiap anggota Polri dari pangkat terendah hingga tertinggi pada hakikatnya adalah pelaksana fungsi hubungan masyarakat (Humas).

​Oleh karena itu, kehadiran media sangat membantu memublikasikan kegiatan di tingkat Polsek yang mungkin sebelumnya tidak terdengar oleh publik.

​Ampuh Redam Hoaks dan Konflik Sosial

​Lebih jauh, AKBP Akmal membeberkan betapa vitalnya peran media dalam mengantisipasi hoaks yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.

Ia juga menceritakan sebuah insiden pelemparan batu terhadap tokoh pesantren yang sempat diisukan dilakukan oleh geng motor.

​”Berkat informasi akurat dari media yang menjelaskan bahwa pelakunya adalah anak di bawah umur, isu geng motor tersebut berhasil diredam,” ungkapnya.

​Klarifikasi cepat dari media terbukti efektif menetralisir berita negatif.

Dampaknya sangat terasa; rencana unjuk rasa dari komponen pondok pesantren pun batal terlaksana, sehingga situasi di Ciamis tetap kondusif.

​Saran Penguatan Model Kamtibmas

​Selain sesi tanya jawab, forum ini juga menghasilkan sejumlah saran dan masukan penting untuk memperkuat stabilitas keamanan di Ciamis, di antaranya:

1. ​Kemitraan Formal: Memasukkan media secara resmi sebagai bagian dari sistem kemitraan penjaga Kamtibmas.

2. ​Standardisasi Program: Mengusulkan agar program inovatif seperti ‘Jumat Curhat’ memiliki standar baku agar bisa direplikasi di wilayah lain.

3. ​Kebijakan Berbasis Data: Memperkuat kebijakan yang didasarkan pada data akurat dan komunikasi publik yang terarah.

4. ​Kolaborasi Multipihak: Mendorong keterlibatan aktif akademisi, masyarakat, tokoh agama, dan media dalam satu ekosistem kolaboratif.

5. ​Rujukan Nasional: Menyusun dokumentasi praktik-praktik baik (best practices) secara sistematis agar dapat menjadi percontohan di tingkat nasional.

​AKBP Akmal juga berharap melalui model kebijakan yang tengah disusun ini.

Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dapat terus meningkat melalui transparansi dan komunikasi publik yang jauh lebih baik.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *