Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,— Petani di Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, menemukan solusi baru untuk mengatasi masalah lahan kering dan serangan hama yang sering menghambat produksi pangan. Budidaya talas Cisadap Ciamis kini menjadi pilihan strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus pendapatan petani.
Ketua Gapoktan Sauyunan Desa Cisadap, Bah Supri, menjelaskan bahwa talas memiliki keunggulan dibanding tanaman pangan lain, terutama padi yang membutuhkan banyak air.
“Talas lebih tahan terhadap hama, termasuk tikus, dan cocok ditanam di wilayah dengan pasokan air terbatas,” ujarnya.
Produktif, Cepat Panen, dan Minim Perawatan
Talas termasuk tanaman herba tropis yang mampu menghasilkan 3–4 kilogram umbi per pohon, dengan harga jual sekitar Rp7.000 per kilogram.
Masa tanamnya singkat, hanya sekitar enam bulan, sehingga petani bisa cepat mendapatkan hasil.
Perawatannya pun sederhana, hanya membutuhkan satu kali pemupukan dengan pupuk ZA dan Eco Farming selama masa pertumbuhan.
Efisiensi ini juga membantu petani menekan biaya produksi dan menghemat tenaga.
Bah Supri menargetkan, dalam tiga tahun ke depan, tidak ada lagi lahan pertanian di Cisadap yang terbengkalai.
Dari satu hektar lahan, potensi panen talas bisa mencapai lebih dari dua ton umbi.
Manfaat Gizi dan Kesehatan
Selain bernilai ekonomis, umbi talas kaya akan nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral.
Kandungan kaliumnya bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mengatur tekanan darah, serta mengurangi risiko hipertensi dan diabetes.
“Dengan segala kelebihan ini, talas diharapkan menjadi komoditas unggulan Cisadap untuk jangka panjang,” tambah Bah Supri.
Panen Perdana dan Harapan ke Depan
Lebih lanjut, panen perdana talas di Cisadap yang digelar pada Sabtu (9/8/2025) disambut antusias petani dan pemerintah daerah.
Program ini juga menjadi bukti bahwa inovasi pertanian lokal mampu menjadi solusi nyata menghadapi tantangan pangan di masa depan.
Dengan keberhasilan budidaya talas Cisadap Ciamis, diharapkan desa-desa lain yang memiliki karakteristik lahan serupa dapat mengadopsi strategi ini demi menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan.


















