CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/,- Polsek Pamarican, Jarum jam hampir menyentuh angka sebelas malam, Selasa, 31 Maret 2026, ketika kesunyian di Dusun Cibenda, Desa Neglasari, mendadak terusik. Sekelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam memicu keresahan warga sekitar.
Tak ingin situasi memanas, Polsek Pamarican bergerak cepat merespons laporan masyarakat melalui sebuah operasi patroli malam yang persuasif.
Dipimpin oleh Aipda Arief dan Bripka Nanang, tim menyisir jalanan desa sebelum akhirnya tiba di titik kerumunan.
Kehadiran aparat berbaju cokelat ini bukan untuk melakukan penindakan represif, melainkan untuk menegakkan kembali ketertiban umum yang mulai goyah akibat aktivitas pemuda yang tak mengenal waktu tersebut.
Pendekatan Humanis Polsek Pamarican di Larut Malam
Setibanya di lokasi, petugas segera mengambil tindakan. Alih-alih menggunakan gaya intimidasi, Aipda Arief dan Bripka Nanang memilih pendekatan dialogis.
Mereka memberikan pemahaman kepada para remaja tentang risiko aktivitas malam hari, mulai dari potensi gesekan antarkelompok hingga jeratan minuman keras yang seringkali bermula dari kerumunan tanpa tujuan.
Kapolsek Pamarican, IPTU Baehaki, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjamin kenyamanan warga di waktu istirahat.
”Kami tidak ingin mematikan ruang kreativitas pemuda, namun ketertiban lingkungan adalah prioritas. Kami memberikan edukasi agar mereka lebih bijak beraktivitas dan segera kembali ke rumah masing-masing,” ujar IPTU Baehaki mewakili Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah.
Polsek Pamarican Mencegah Sebelum Pecah
Efektivitas patroli ini terbukti manakala kerumunan tersebut membubarkan diri secara teratur setelah mendengar arahan petugas.
Bagi Polsek Pamarican, tindakan ini adalah upaya “jemput bola” untuk mematikan embrio gangguan Kamtibmas sebelum berkembang menjadi tindakan kriminalitas yang lebih serius.
Kehadiran polisi di tengah malam buta ini mendapat apresiasi positif dari penduduk Dusun Cibenda.
Warga mengaku lebih tenang saat melihat petugas berpatroli, karena merasa ada perlindungan nyata terhadap hak mereka untuk beristirahat dengan damai.
Melalui respons cepat ini, Polsek Pamarican kembali membuktikan bahwa kehadiran negara di tingkat desa bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah jaminan keamanan yang dirasakan langsung oleh detak jantung masyarakat paling bawah.


















