banner 728x250
News  

BNN Tak Tangkap Artis Pengguna, Asalkan Bukan Pengedar

banner 120x600
banner 468x60

Nasional,kondusif.inewsciamis.com/ BNN Tak Tangkap Artis Pengguna. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Marthinus Hukom menegaskan pendekatan penanganan terhadap pengguna narkoba, khususnya dari kalangan artis, harus lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier pada 25 Juni lalu, dan kembali diperjelas dalam sesi wawancara dengan media.

banner 325x300

Marthinus menyatakan, sikapnya yang tidak ingin langsung menangkap artis yang terbukti sebagai pengguna narkoba bukan berarti melemahkan hukum.

Sebaliknya, ia ingin mendorong perubahan paradigma dalam upaya pemberantasan narkotika di Indonesia.

“Kita harus bisa membedakan mana pengguna, mana pengedar. Kalau pengedar, tentu ada konsekuensi hukum yang tegas. Tapi jika hanya pengguna, maka dia adalah korban yang seharusnya ditolong, bukan dipermalukan,” tegasnya.

Ia menilai, publik figur seperti artis memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat.

Karena itu, penanganan terhadap mereka tidak bisa disamakan dengan pelaku kriminal murni.

Bagi Marthinus, penting untuk menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan terhadap citra publik agar tidak menimbulkan stigma sosial berlebihan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sistem hukum nasional mewajibkan negara untuk memberikan rehabilitasi kepada pengguna narkoba, bukan menghukumnya secara pidana.

Rehabilitasi pun harus dilakukan tanpa biaya dari pihak pengguna.

“Undang-undang kita mengamanatkan negara untuk hadir menyelamatkan pengguna narkotika, bukan sekadar memenjarakannya. Ini soal nyawa, soal masa depan manusia,” jelasnya.

Pendekatan yang lebih manusiawi ini, menurut Marthinus, bukan bentuk kelonggaran hukum, tetapi justru penegakan hukum yang benar-benar berdasar pada keadilan dan kemanusiaan.

Ia pun berharap, aparat penegak hukum lainnya tidak terjebak pada kebanggaan jumlah tangkapan, tapi lebih fokus pada upaya penyembuhan dan penyelamatan.

“Kita jangan ikut menambah beban psikologis dan stigma negatif yang sudah mereka tanggung. Kalau kita bisa bantu mereka bangkit, itu lebih mulia daripada sekadar memborgol,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *