banner 728x250
News  

BGN Larang Pembangunan SPPG Dekat Kandang Hewan dan TPA

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta,kondusif.inewsciamis.com/,– Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan aturan ketat soal lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh bangunan SPPG dilarang berdiri berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kandang hewan, atau sumber pencemar lingkungan lainnya.

Ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025.

banner 325x300

Kebijakan tersebut dirancang untuk menjamin mutu, higienitas, dan keamanan pangan bagi penerima manfaat program MBG.

Sasaran utamanya meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita di seluruh Indonesia.

SPPG Dilarang Dibangun Dekat Kandang Hewan

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa setiap SPPG wajib memenuhi standar lokasi, bangunan, dan lingkungan yang higienis.

Semua aspek itu menjadi syarat mutlak dalam penyediaan makanan bergizi yang aman.

“SPPG adalah dapur gizi publik. Karena itu, lokasinya harus benar-benar bebas dari potensi pencemaran. Tidak boleh dekat TPA, kandang hewan, atau sumber polusi,” ujar Hida di Jakarta, Jumat (24/10).

Ia menjelaskan, selain jauh dari sumber pencemar, SPPG juga wajib memiliki akses jalan memadai, listrik dari jaringan PLN.

Kemudian, air bersih yang layak konsumsi. Semua itu menjadi bagian dari lima kunci keamanan pangan yang diterapkan oleh BGN.

“Kami memastikan seluruh dapur gizi beroperasi sesuai good hygiene practice dan food safety. Makanan untuk anak sekolah dan ibu hamil harus benar-benar aman dikonsumsi,” lanjutnya.

BGN: Dapur SPPG Wajib Memiliki Ventilasi

Lebih lanjut, setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki ventilasi cukup, ruang pengolahan terpisah antara bahan mentah dan matang, serta peralatan berbahan foodgrade stainless steel.

Semua fasilitas itu harus memenuhi standar teknis nasional BGN agar risiko kontaminasi biologis maupun kimiawi dapat dicegah.

“Kami tidak ingin ada risiko kesehatan muncul dari dapur program gizi. SPPG adalah ujung tombak penyedia makanan sehat. Karena itu, sanitasi dan keamanan pangan menjadi prioritas utama,” tegas Hida.

Menurutnya, BGN juga menggandeng pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan SPPG sesuai standar.

Setiap lokasi akan diverifikasi berlapis oleh tim teknis BGN bersama Dinas Kesehatan dan instansi daerah setempat.

“Keamanan pangan adalah fondasi utama keberhasilan program MBG. Kami tidak akan kompromi terhadap standar kebersihan, mulai dari lokasi, dapur, hingga alat makan,” pungkas Khairul Hidayati.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *