banner 728x250
News  

BEM Nusantara Jawa Barat Soroti Empat Masalah Pembangunan yang Mendesak

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Barat kembali mengingatkan pentingnya keadilan dan keberlanjutan dalam pembangunan daerah. Dalam pernyataan resminya pada, Jumat (20/6/2025).

Organisasi mahasiswa ini menyoroti empat sektor yang dianggap masih menyisakan pekerjaan rumah besar: kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

banner 325x300

Muhamad Renaldi, Ketua BEM STIKes Muhammadiyah Ciamis sekaligus Bendahara Daerah BEM Nusantara Jabar, menyampaikan bahwa meski pembangunan infrastruktur dan industri di Jawa Barat mengalami kemajuan, masih banyak persoalan dasar yang luput dari perhatian.

“Pertumbuhan ekonomi bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Pemerintah harus lebih peka terhadap ketimpangan yang terjadi, terutama di wilayah pelosok,” ujar Renaldi dalam konferensi pers.

Ketimpangan Layanan Kesehatan Masih Tinggi

Salah satu kritik utama yang dilayangkan adalah soal ketimpangan layanan kesehatan di daerah terpencil.

Renaldi menyoroti masih jauhnya akses masyarakat terhadap fasilitas dasar seperti Puskesmas.

Ia menekankan pentingnya implementasi Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas dan menegaskan bahwa setiap kecamatan seharusnya memiliki layanan kesehatan yang memadai, sebagaimana dijamin dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Lingkungan Terancam oleh Pertambangan

BEM Nusantara Jawa Barat juga menyoroti dampak ekologis dari eksploitasi pertambangan yang tidak terkendali.

Berdasarkan data Dinas ESDM Jabar 2022, terdapat lebih dari 300 izin usaha pertambangan aktif, sebagian besar berada di kawasan rawan bencana dan daerah resapan air.

“Moratorium izin tambang baru adalah langkah wajib. Pemerintah juga harus berani mencabut izin lama yang merusak lingkungan,” tegas Renaldi, sembari mengutip UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sebagai solusi, ia mendorong pemerintah mengalihkan prioritas ke sektor pertanian dan industri pangan berbasis lokal yang lebih berkelanjutan.

Pendidikan yang Masih Banyak PR

BEM Nusantara Jawa Barat turut menyinggung lemahnya pengawasan dan koordinasi dalam sektor pendidikan.

Contohnya adalah ketidakhadiran Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII dalam beberapa agenda penting seperti Expo Pendidikan 2025 di Ciamis.

Menurut Renaldi, ini mencerminkan kurangnya komitmen Pemprov Jawa Barat dalam mendampingi kabupaten/kota.

Masalah-masalah seperti lemahnya pengawasan dana BOS, penahanan ijazah oleh sekolah, serta rendahnya angka partisipasi melanjutkan pendidikan, harus ditangani serius.

“Tanpa pengawasan ketat dan sanksi tegas, cita-cita mencetak generasi emas Indonesia hanya akan menjadi slogan belaka,” ungkapnya.

Ketenagakerjaan Masih Membutuhkan Terobosan

Renaldi juga mengkritik lambatnya penciptaan lapangan kerja yang berkualitas di Jawa Barat.

Dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih di atas 8 persen pada 2023, ia menilai strategi pembangunan ketenagakerjaan belum efektif.

Sebagai alternatif, ia mendorong pengembangan sektor pertanian terpadu, perikanan, dan industri kreatif lokal yang lebih tahan krisis dan mampu menyerap tenaga kerja muda.

“Pembangunan sejati adalah ketika rakyat benar-benar merasakan manfaatnya, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegas Renaldi.

Tetap Dukung Kepemimpinan Gubernur

Meski menyampaikan kritik tajam, BEM Nusantara Jawa Barat tetap memberikan dukungan terhadap upaya pembenahan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.

“Kami menaruh harapan besar pada kepemimpinan beliau. Pemimpin sejati adalah yang hadir dan mencintai rakyatnya dengan tulus,” pungkas Renaldi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *