banner 728x250

Bukan Begal, Polda Jabar Pastikan Kasus Viral di Gedebage Hanya Salah Paham

banner 120x600
banner 468x60

BANDUNG,kondusif.inewsciamis.com/,– Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) akhirnya meluruskan kabar yang sempat menghebohkan publik soal dugaan aksi begal di kawasan Gedebage menuju Cibiru, Bandung. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan peristiwa itu bukan tindak kriminal, melainkan sekadar salah paham antara pengendara mobil dan sopir truk.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, kejadian yang berlangsung pada Sabtu (27/9/2025) dini hari itu sempat viral karena video keributan kedua belah pihak tersebar di media sosial.

banner 325x300

Namun, isu begal yang ramai dibicarakan warganet ternyata tidak benar.

“Setelah kami dalami, kasus ini murni salah paham. Tidak ada unsur begal. Kedua pihak sudah bertemu, meminta maaf, dan menyelesaikan secara damai,” kata Kombes Hendra, Senin (29/9/2025).

Awal Mula Kejadian Begal Gedebage

Peristiwa bermula sekitar pukul 04.00 WIB ketika mobil Fortuner putih yang dikemudikan Billy terserempet truk yang dikemudikan Gama.

Benturan membuat Fortuner mengalami kerusakan di sisi kanan dan ban depan kempes.

Dalam kondisi panik, Billy bersama tiga rekannya Ari, Teh Ayu, dan Boeng menepi dan berusaha meminta klarifikasi kepada Gama.

Namun suasana gelap dan tegang membuat komunikasi keduanya tidak berjalan lancar.

Gama, yang merasa terancam, justru melarikan diri ke Mapolda Jabar untuk mengamankan diri dan melapor.

Di sisi lain, Billy dan rombongan juga mendatangi lokasi untuk memberikan penjelasan.

Diselesaikan Secara Damai

Direktorat Reserse Umum bersama Tim Resmob Polda Jabar langsung turun tangan memeriksa kedua pihak.

Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kriminalitas. Kasus pun dinyatakan selesai secara damai setelah kedua belah pihak membuat pernyataan resmi.

“Saya sempat panik dan trauma, tapi sekarang sudah lega. Terima kasih kepada jajaran Polda Jabar yang sigap menindaklanjuti laporan saya,” ungkap Gama.

Billy, pengemudi Fortuner, juga menyampaikan permohonan maaf.

“Saya minta maaf atas keresahan yang timbul. Alhamdulillah semua sudah selesai dengan baik,” ujarnya.

Polda Jabar mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, terutama di media sosial.

Polisi menegaskan, setiap informasi terkait isu keamanan sebaiknya diverifikasi lebih dulu agar tidak menimbulkan kepanikan.

“Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan sampai informasi yang tidak akurat menimbulkan keresahan publik,” tegas Kombes Hendra.

Dengan selesainya kasus ini, kedua belah pihak sepakat tidak memperpanjang persoalan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *