Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,– Gebyar Maulid di Ciamis, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Pondok Pesantren Darussalam, Jumat (19/9/2025), tidak hanya diramaikan lomba Da’i dan Hadroh se-Priangan Timur. Acara yang digelar hasil kerja sama Polres Ciamis dan Ponpes Darussalam ini juga menghadirkan bazar UMKM serta santunan anak yatim, yang menambah nilai sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Bazar yang diikuti pelaku usaha lokal mendapat antusiasme tinggi dari para pengunjung.
Berbagai produk makanan, minuman, hingga kerajinan khas Ciamis dipamerkan, sekaligus memberi ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Puncak acara semakin menyentuh hati ketika panitia menyerahkan santunan kepada anak yatim.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremonial, melainkan juga wujud nyata kepedulian sosial.
Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., menegaskan pentingnya nilai kebersamaan dalam setiap kegiatan keagamaan.
“Gebyar Maulid ini bukan hanya soal lomba, tetapi juga bagaimana kita menumbuhkan solidaritas, memperkuat ukhuwah, dan berbagi dengan sesama. Santunan anak yatim adalah bagian dari semangat ajaran Rasulullah SAW,” ucap Kapolres.
Pimpinan Ponpes Darussalam, KH. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep), menyebut bahwa kegiatan bazar dan santunan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Selain santri, pengunjung juga datang dari luar daerah. Kami ingin Gebyar Maulid ini memberi manfaat luas, baik dari sisi dakwah, seni Islami, maupun ekonomi dan sosial,” jelas KH. Fadlil.
Selain mendapatkan piala Kapolres, para juara lomba Da’i dan Hadroh juga berhak atas piagam dan uang pembinaan.
Dengan adanya bazar dan santunan, acara ini terasa semakin lengkap: ada syiar, ada kebersamaan, dan ada kepedulian.
Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW di Ciamis tahun ini membuktikan bahwa peringatan kelahiran Rasulullah bisa dikemas dengan penuh makna.
Lomba dakwah dan seni Islami, bazar UMKM, hingga santunan anak yatim berpadu menjadi momentum kebersamaan yang memperkuat nilai religius sekaligus kepedulian sosial.


















