banner 728x250
News  

Situs Diurus, Karamat Dirumat: Warga Ciamis Tanam 250 Pohon di Jantung Sejarah Galuh

banner 120x600
banner 468x60

CIAMIS,kondusif.inewsciamis.com/Balakecrakan Karangkamulyan,– Ratusan warga berkumpul di kawasan Situs Karangkamulyan, Minggu (5/10/2025), dalam perhelatan bertajuk “Situs Diurus, Karamat Dirumat.” Acara ini bukan sekadar seremoni memperingati Hari Kesaktian Pancasila, melainkan simbol kuat sinergi antara pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, dan kearifan lokal Tatar Galuh.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis ini menghadirkan konsep balakecrakan tradisi makan bersama.

banner 325x300

Sebagai lambang kebersamaan masyarakat Galuh yang berpadu dengan aksi nyata menanam ratusan pohon produktif di sekitar situs bersejarah tersebut.

Menanam 250 Pohon, Menumbuhkan Harapan

Momentum kebudayaan ini juga dikemas dalam Saresehan Kesadaran Budaya dan penanaman 250 bibit pohon produktif.

Jenis pohon yang ditanam meliputi durian, kelapa, mangga, lengkeng, alpukat hingga pete.

Bibit-bibit tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kehutanan, para donatur peduli lingkungan, serta pengusaha durian asal Kujang, H. Wahyu.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Asep Didi, kegiatan di Situs Karangkamulyan menjadi bentuk konkret kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan alam dan sejarah.

“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam komitmen untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mengembangkan potensi wisata sejarah dan agrowisata di Ciamis,” ujar Asep Didi yang hadir mewakili Bupati Dr. H. Herdiat Sunarya.

“Jika dikembangkan secara terpadu, potensi budaya dan pertanian produktif bisa menjadi daya tarik wisata baru sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Brimob Ikut Menanam, Wujudkan Kepedulian Nyata

Tak hanya masyarakat dan pegiat budaya, unsur keamanan pun turut berpartisipasi.

Komandan Batalyon D Pelopor Brimob, Kompol Ajang Suhendra, S.E., M.M., ikut menanam pohon bersama peserta sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan hijau di kawasan warisan leluhur itu.

“Brimob hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut menjaga kelestarian alam dan budaya Tatar Galuh. Ini bagian dari tanggung jawab moral kami kepada masyarakat,” ujar Kompol Ajang.

Edukasi dan Tradisi: Warisan yang Terus Hidup

Selain aksi tanam pohon, kegiatan diisi diskusi lintas sektor bersama perwakilan Disbudpora, DPRKPLH, dan Dewan Kebudayaan Ciamis.

Pembahasan menyoroti pentingnya sinergi antara pelestarian situs sejarah dan konservasi lingkungan agar nilai budaya tetap lestari lintas generasi.

Suasana hangat semakin terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan tradisional nasi liwet, rebusan singkong, dan jagung bakar dalam suasana balakecrakan.

Momen sederhana ini menjadi penegas bahwa pelestarian budaya tidak hanya melalui kata, tetapi juga lewat kebersamaan dan tindakan nyata.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yat Rospia Brata (Kang Iyat), menegaskan kegiatan ini harus berlanjut dan tidak berhenti di seremoni semata.

“Kami harap para pengusaha, termasuk Pak Haji Wahyu, bisa ikut merawat pohon yang sudah ditanam minimal sebulan sekali. Jika dirawat dengan baik, manfaatnya akan luar biasa, baik untuk lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” tutur Kang Iyat.

Ia menambahkan, Dewan Kebudayaan akan membentuk tim pemantau khusus untuk memastikan keberlanjutan program.

“Setiap kunjungan ke Situs Karangkamulyan nantinya diharapkan menjadi ajang edukasi agar masyarakat memahami pentingnya menjaga situs sejarah dan alam,” ujarnya.

Kang Iyat juga menekankan pentingnya pengelolaan situs sesuai aturan zonasi Dinas Lingkungan Hidup, agar nilai sejarah tetap terjaga.

“Situs ini adalah paru-paru daerah sekaligus pusat spiritual masyarakat Galuh. Sudah sepatutnya kita rawat dengan bijak dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Balakecrakan di Situs Karangkamulyan menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak harus terpisah dari pelestarian alam.

Dari penanaman pohon hingga kebersamaan masyarakat, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga warisan leluhur juga berarti menjaga masa depan bumi dan generasi yang akan datang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *