GARUT,kondusif.inewsciamis.com/,- Lumpur pekat dan tumpukan sampah sisa banjir yang menyumbat kawasan Ciwalen, Kecamatan Wanaraja, perlahan mulai terkikis. Sejumlah personel Sat Samapta Polres Garut turun ke lapangan, menyingsingkan lengan baju untuk membersihkan material yang mengendap di sepanjang jalan dan selokan warga.
Bencana luapan air yang sempat melumpuhkan aktivitas warga tersebut meninggalkan tumpukan residu yang licin dan berbahaya.
Menanggapi kondisi ini, korps berseragam cokelat tersebut bergerak cepat melakukan operasi bersih-bersih guna memulihkan sirkulasi lingkungan yang sempat lumpuh.
Aksi ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan langkah mitigasi sebelum cuaca kembali memburuk.
Petugas tampak sibuk mengeruk saluran air yang mampet oleh sampah, memastikan drainase kembali berfungsi normal.
Kasat Samapta Polres Garut, AKP Ardiyanto, menegaskan bahwa kecepatan evakuasi material merupakan kunci untuk mencegah banjir susulan.
”Pembersihan ini kami prioritaskan agar akses jalan warga segera normal kembali. Lebih penting lagi, selokan harus bersih untuk mencegah luapan air jika hujan kembali mengguyur,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Selain mengincar kelancaran drainase, kepolisian menaruh perhatian pada potensi kecelakaan akibat material banjir.
Lumpur yang mengering di badan jalan kerap menjadi jebakan licin bagi pengendara motor, sementara sisa puing tajam bisa mengancam keselamatan warga yang melintas.
Kehadiran Sat Samapta di Ciwalen menjadi potret komitmen Polres Garut dalam memberikan pelayanan prima, terutama di masa-masa darurat pascabencana.
Meski lumpur menempel di seragam, para petugas terus bersiaga memastikan warga Wanaraja tak lagi dibayangi ketakutan akan genangan saat langit mulai mendung.


















