banner 728x250
News  

Angka Kemiskinan Indonesia Terus Turun, Pemerintah Targetkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta,kondusif.inewsciamis.com/ – Angka kemiskinan Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin per Maret 2025 tercatat sebesar 8,47 persen.

Angka ini turun 0,10 persen dibandingkan September 2024, dan menurun 0,56 persen dibandingkan Maret tahun lalu.

banner 325x300

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai penurunan tersebut sebagai buah dari kerja keras kolektif semua pihak.

“Tentunya ini menggembirakan. Ini hasil kerja keras kita semua, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Pengentasan kemiskinan bukan tugas satu pihak,” ujar Mensesneg saat memberikan keterangan di Ruang Wartawan, Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/07/2025).

Pemerintah, lanjut Prasetyo, akan terus melanjutkan upaya untuk menghapus kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

Ia menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menurunkan angka tersebut hingga mencapai nol persen.

“Kami berkomitmen, dalam lima tahun pemerintahan ini, untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem sepenuhnya,” tegasnya.

Program Terintegrasi Jadi Kunci Penghapusan Kemiskinan

Menurut Prasetyo, upaya penghapusan kemiskinan dilakukan secara menyeluruh dan lintas sektor.

Pemerintah mengandalkan beberapa program strategis yang diyakini mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa program unggulan yang disebut Mensesneg di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP), hingga program hilirisasi industri.

“Semua program ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi jumlah penduduk miskin,” ujarnya.

Penduduk Miskin dan Miskin Ekstrem Turun Signifikan

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang.

Jumlah ini turun sebanyak 200 ribu orang dibandingkan September 2024.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin ekstrem tercatat sebanyak 2,38 juta orang berkurang 0,40 juta dari September 2024 dan 1,18 juta dari Maret 2024.

“Dari sisi proporsi, penduduk miskin ekstrem pada Maret 2025 sebesar 0,85 persen dari populasi. Ini turun 0,14 poin persen dari September 2024 dan 0,41 poin persen dari Maret 2024,” ungkap Ateng.

Bali dan Nusa Tenggara Alami Penurunan Terbesar

Secara wilayah, BPS mencatat penurunan kemiskinan terjadi hampir di seluruh pulau, kecuali Maluku dan Papua.

Penurunan terbesar terjadi di Bali dan Nusa Tenggara, yaitu sebesar 0,22 persen poin dibandingkan September 2024.

Meski begitu, perbedaan kondisi masih tampak antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Pada Maret 2025, penduduk miskin di perkotaan tercatat sebesar 6,73 persen sedikit naik dibandingkan September 2024 yang sebesar 6,66 persen.

Sementara di perdesaan menurun menjadi 11,03 persen dari sebelumnya 11,34 persen.

Pulau Jawa Paling Banyak, Kalimantan Paling Sedikit

BPS juga mencatat bahwa Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, yakni mencapai 12,56 juta orang atau 52,66 persen dari total nasional.

Sebaliknya, Kalimantan menjadi pulau dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit, yakni hanya 0,89 juta orang (3,75 persen dari total nasional).

Data ini dihimpun melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan pada Februari 2025. Jumlah sampel mencapai 345 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia.

“Susenas dilakukan dua kali setahun, dan periode Maret 2025 dilakukan lebih awal karena bertepatan dengan Ramadan yang bisa memengaruhi pola konsumsi,” jelas Ateng.

Dengan hasil positif ini, pemerintah semakin optimis bahwa target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat terwujud.

Kolaborasi lintas kementerian, sektor, dan masyarakat diyakini menjadi kunci sukses dalam menjaga momentum penurunan angka kemiskinan Indonesia.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *