JAKARTA,kondusif.inewsciamis.com/,– Ambalat Harga Mati, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Ambalat adalah harga mati dan bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penegasan itu disampaikan di Istana Negara, Kamis (14/8/2025), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi klaim sepihak dari negara lain.
Menurut Prabowo, Ambalat bukan sekadar wilayah di peta, melainkan simbol harga diri bangsa.
“Siapa yang menyentuh Ambalat, sama saja menyentuh kehormatan kita sebagai bangsa,” ucapnya di hadapan jajaran menteri, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Laut.
Dalam arahannya, Presiden memerintahkan peningkatan kekuatan maritim, termasuk penempatan kapal perang terbaru.
Kemudian, pemasangan radar jarak jauh, dan penguatan pos pengamanan di wilayah perbatasan.
Langkah ini diambil untuk memastikan kedaulatan tetap terjaga di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Selain itu, jalur diplomasi juga akan dioptimalkan. Indonesia akan membawa isu Ambalat ke forum ASEAN dan forum internasional lainnya.
Hal itu dilakukan guna memastikan kedaulatan wilayah dihormati tanpa mengorbankan hubungan baik antarnegara.
Pernyataan tegas Presiden Prabowo mendapat dukungan luas dari masyarakat dan pengamat pertahanan.
Mereka menilai kepemimpinan Prabowo memadukan visi strategis dengan ketegasan eksekusi, yang sangat dibutuhkan di era geopolitik saat ini.
Presiden mengajak seluruh rakyat untuk bersatu menjaga perbatasan.
“Kedaulatan negara bukan hanya tugas TNI, tetapi kewajiban setiap warga negara,” tegasnya.
Di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, Indonesia disebut siap menghadapi tantangan global dengan kombinasi kekuatan militer, diplomasi, dan semangat patriotisme.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kehormatan dan kedaulatan bangsa di panggung dunia.


















