Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Di tengah semarak peresmian Pusat Kuliner dan Area Parkir Terpadu di kawasan Alun-alun Ciamis pada Senin (14/4/2025), Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan pesan tegas terkait potensi penyalahgunaan ruang publik. Ia mengingatkan agar Alun-alun Ciamis tidak disalahgunakan sebagai tempat pertemuan kelompok LGBT.
“Ciamis ini dikenal sebagai kabupaten religius. Saya tidak ingin ada kegiatan mencurigakan, apalagi yang menjurus ke arah pertemuan LGBT. Saya minta Satpol PP berjaga sampai jam 12 malam,” tegas Herdiat saat sambutan.
Lampu Redup, Area Luas Jadi Sorotan
Herdiat mengungkapkan, Alun-alun Ciamis yang kini menjadi salah satu alun-alun terluas di Jawa Barat.
Selain itu, memiliki area terbuka yang sangat luas dan sering kali dikunjungi warga hingga malam hari.
Namun, pencahayaan di beberapa titik disebut masih kurang optimal, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi aktivitas menyimpang yang sulit terdeteksi.
“Lampu-lampu yang remang-remang itu bisa jadi titik kumpul yang tidak diinginkan. Kita tidak bisa biarkan ruang publik yang dibangun dari uang rakyat justru jadi tempat yang melanggar norma,” tambahnya.
Patroli Khusus dan Pengawasan Ketat Cegah LGBT
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bupati memerintahkan Satpol PP untuk membentuk tim khusus patroli malam.
Satpol PP harus fokus menjaga ketertiban dan memantau aktivitas di sekitar Alun-alun hingga larut malam.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada kegiatan apapun di sekitar alun-alun melebihi pukul 12 malam, kecuali kegiatan resmi yang sudah mendapat izin.
“Saya minta patroli itu bukan hanya formalitas. Harus ada yang benar-benar mengawasi dan melaporkan bila ada aktivitas mencurigakan,” ujarnya.
Ruang Publik Harus Steril dan Aman
Herdiat juga menyinggung pentingnya menjaga kesucian dan fungsi ruang publik, terutama karena lokasi alun-alun berdekatan langsung dengan Masjid Agung Ciamis, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, menjaga kebersihan dan keamanan ruang publik bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral seluruh warga.
“Kita punya Masjid Agung di sini. Alun-alun ini bukan sekadar tempat nongkrong, tapi bagian dari identitas masyarakat Ciamis yang religius. Jangan rusak wajah kita sendiri,” pungkasnya.


















