Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/ – Bencana tanah longsor kembali menghantam wilayah Kabupaten Ciamis. Kali ini, longsor besar terjadi di Jalan penghubung Sadananya–Kawali, tepatnya di Dusun Sukamanah RT 05 RW 09, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, pada Rabu dini hari (2/7/2025) sekitar pukul 00.30 WIB.
Akses jalan utama tersebut lumpuh total setelah tebing setinggi 20 meter dengan lebar longsoran sekitar 15 meter ambruk menutup badan jalan.
Tak hanya menutup akses, material longsoran juga menyeret satu tiang listrik utama, menyebabkan pemadaman listrik sementara di sejumlah wilayah sekitar lokasi kejadian.
Merespons kondisi darurat itu, jajaran Polsek Cipaku Polres Ciamis Polda Jabar bertindak cepat. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Cipaku IPTU Purwahyo, personel Polsek bersama jajaran Koramil Cipaku, BPBD Kabupaten Ciamis, dan PLN KC Ciamis turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengamankan area, mengevakuasi potensi bahaya, dan mensterilkan jalur lalu lintas.
“Begitu kami menerima laporan dari warga, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan koordinasi cepat dengan instansi terkait. Fokus awal kami adalah memastikan tidak ada korban jiwa dan mengamankan akses jalan,” ujar IPTU Purwahyo saat dikonfirmasi.
Petugas gabungan segera memasang terpal sebagai langkah sementara untuk menutup titik longsoran, sambil menunggu alat berat membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalur.
Sementara itu, pihak PLN melakukan pemindahan jalur kelistrikan untuk memulihkan aliran listrik di kawasan terdampak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kondisi longsor tergolong besar dan terjadi saat malam hari.
Warga setempat, Hendri (34) dan Mahesa Jenar (29), menjadi saksi awal kejadian dan segera melapor kepada aparat berwenang setelah melihat longsoran pasca hujan deras yang mengguyur kawasan Sukawening sejak sore hingga tengah malam.
Hingga siang hari, proses penanganan dan pembersihan masih terus berlangsung. Polsek Cipaku mengimbau warga untuk menggunakan jalur alternatif sementara waktu, dan menghindari lokasi longsoran demi keselamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di musim penghujan, terutama di wilayah rawan longsor seperti Kabupaten Ciamis bagian timur.***


















