BANDUNG,kondusif.inewsciamis.com/– Aditya Demo 25 Agustus,- Seorang mahasiswa bernama Aditya yang ditetapkan sebagai tersangka mengaku berperan sebagai “eksekutor” dalam aksi kerusuhan yang terjadi pada 25 Agustus 2025 lalu.
Dalam pemeriksaan penyidik Ditreskrimum, ia mengaku terlibat langsung dalam beberapa tindakan kekerasan di sejumlah lokasi di Jawa Barat.
Menurut hasil pemeriksaan awal, Aditya mengakui pernah melempar benda berbahaya di Pos Polisi Gentong.
Kemudian, merakit alat peledak berbahan propane di dekat fasilitas TNI, serta menggunakan bom molotov saat aksi di depan gedung DPRD.
Ia juga disebut mendokumentasikan aksi tersebut dan menyebarkan materi serta narasi provokatif ke situs luar negeri dan media sosial.
Sumber dari penyidik Ditreskrimum Polda Jabar menegaskan bahwa pengakuan tersebut masih perlu diverifikasi.
“Pernyataan tersangka menjadi salah satu bahan penyelidikan. Tim akan memadukan dengan bukti digital, keterangan saksi, dan barang bukti yang diamankan,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Selain beraksi di lapangan, Aditya juga mengaku ikut menerjemahkan dan mendistribusikan materi tertulis serta menjual rilisan fisik yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan kelompok.
Polisi kini tengah menelusuri aliran dana lokal serta komunikasi dengan pihak luar negeri yang diduga terkait jaringan tersebut.
Pihak kepolisian menolak mengungkap detail teknis perakitan atau metode yang digunakan tersangka untuk menghindari potensi replikasi berbahaya.
“Kami tidak akan mempublikasikan informasi teknis yang dapat mengancam keamanan publik. Fokus kami adalah memastikan fakta dan melengkapi berkas perkara,” tambah sumber tersebut.
Kini Aditya resmi ditahan untuk kepentingan penyidikan.
Polisi memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan tidak menutup kemungkinan penambahan tersangka baru berdasarkan hasil pelacakan digital.
Kerusuhan 25 Agustus sendiri mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan tindak kriminal lain.
Polda Jabar masih memproses beberapa tersangka lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Seorang warga Bandung, Andri, menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat aparat kepolisian.
“Hatur nuhun Bapak Polisi, semoga Jawa Barat khususnya Kota Bandung selalu aman dan kondusif,” ujarnya.


















