kondusif.inewsciamis.com/, Sukabumi, – Sebuah video berdurasi 30 detik tengah menjadi sorotan di media sosial TikTok. Video tersebut memperlihatkan perjuangan ratusan pelajar sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi yang rela berjalan kaki menembus akses jalan terjal sejauh 300 meter untuk mendapatkan makanan bergizi gratis (MBG). Berikut adalah fakta-fakta menarik di balik kisah ini:
1. Viral dengan 2,3 Juta Penonton di TikTok
Video yang merekam perjuangan anak-anak ini diunggah oleh akun TikTok @rv.fathur pada Rabu (3/12/2024). Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali dan menuai 11 ribu komentar.
“Akses menuju sekolah sangat susah saat musim hujan karena jalannya yang begitu tidak memungkinkan. Akhirnya anak-anak sekolah menuju ke jalan untuk menerima makanan bergizi gratis dan makan bersama di sana,” tulis @rv.fathur dalam unggahannya.
2. Makan Bersama di Jalan
Kejadian ini berlangsung di SDN Bungur, Kampung Cibungur, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara. Kepala Sekolah SDN Bungur, Kusyanto, membenarkan peristiwa tersebut.
“Saat itu hujan turun tanpa henti selama dua hari. Karena akses ke sekolah berbahaya, siswa akhirnya makan bersama di jalan,” jelasnya.
3. Terpaksa Karena Hujan Lebat
Biasanya, siswa membawa wadah bekas untuk menukar makanan bergizi yang mereka santap di kelas. Namun, pada hari itu, hujan lebat membuat mereka terpaksa makan di jalan agar lebih aman.
“Kami khawatir terjadi sesuatu jika siswa tetap mengambil makanan di sekolah dalam kondisi hujan dan jalan licin,” tambah Kusyanto.
4. Solusi: Gunakan Jasa Ojek
Sebagai solusi atas medan yang sulit, sekolah kini menggunakan jasa ojek untuk mengangkut paket makanan ke sekolah.
“Komite sekolah sepakat membiayai transportasi untuk pengangkutan makanan. Dengan cara ini, siswa dapat makan di sekolah tanpa terganggu cuaca,” kata Kusyanto.
5. Jalan Rusak dan Medan Terjal
Beberapa awak media yang meninjau lokasi mendapati akses jalan menuju SDN Bungur sangat menantang. Jalan berupa bekas coran yang sudah rusak dengan banyak tanjakan curam. Lokasi sekolah sendiri berada di lereng bukit, jauh dari permukiman.
“Dari jalan raya ke sekolah jaraknya sekitar 200 hingga 300 meter. Jalan ini menanjak, berbelok, dan cukup curam,” ujar Kusyanto.
6. Semangat Belajar Meningkat Berkat MBG
Sebanyak 164 paket makanan bergizi dibagikan setiap hari kepada siswa. SDN Bungur juga menjadi salah satu pilot project program MBG di Kecamatan Warungkiara sejak setahun terakhir.
“Alhamdulillah, dengan adanya program ini semangat belajar siswa meningkat. Tingkat kehadiran juga membaik, dan konsentrasi mereka di kelas menjadi lebih baik,” pungkas Kusyanto.
Inspirasi dari Keteguhan dan Dukungan
Kisah ini menjadi potret perjuangan anak-anak di pelosok untuk mendapatkan hak mereka atas pendidikan dan gizi yang layak. Semoga program seperti MBG terus berlanjut dan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil semakin diperhatikan.
















