banner 728x250
News  

Usai Pemilihan, Dewan Pakar PGRI Ciamis Beri 4 Catatan Kritis untuk Pengurus Baru

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/ 4 Catatan Penting Dewan Pakar. Di tengah suasana hangat usai terpilihnya Ketua dan Pengurus PGRI Kabupaten Ciamis masa bakti 2025–2030, Dewan Pakar PGRI Ciamis, H. Wawan S. Arifin, menyampaikan pesan penting kepada kepengurusan baru agar segera fokus pada amanah organisasi dan tidak terlalu lama larut dalam suasana kemenangan.

“Dengan berakhir dan terpilihnya Ketua dan Pengurus PGRI Ciamis yang baru, saya ucapkan selamat memikul amanat dari para guru anggota PGRI di Ciamis,” ujar Wawan, saat dikonfirmasi, Selasa (1/7/2025).

banner 325x300

Menurutnya, dalam dinamika kontestasi, perbedaan pilihan dan kepuasan merupakan bagian dari demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.

“Dari sebuah kontestasi perebutan kepemimpinan pasti ada yang puas dan tidak puas, tapi itulah demokrasi yang harus diterima dengan hati yang lapang,” katanya.

Sebagai Dewan Pakar yang telah demisioner, Wawan menitipkan empat catatan penting bagi pengurus baru.

4 Pesan Kritis 

1. Segera mengisi bidang-bidang organisasi dengan guru atau tenaga kependidikan yang kompeten, sesuai keahlian mereka masing-masing.

2. Kemudian, tanggap terhadap isu-isu pendidikan, terutama menyangkut kompetensi dan tantangan guru di lapangan.

3. Lalu, mengoptimalkan peran pengurus cabang dan ranting dalam membantu kesulitan guru, sejalan dengan harapan Bupati Ciamis agar PGRI hadir menyejahterakan anggota.

4. Selanjutnya, menjadi teladan dalam penerapan akhlaqul karimah dan nilai-nilai Pancawaluya, agar tak sekadar menjadi teori di atas kertas.

“Jangan Pancawaluya hanya jadi program dan teori belaka yang hanya ada di buku. Mulailah dari pengurus, agar menginspirasi guru dan tertanam pada karakter anak didik,” pesan Wawan.

Beri Ruang Bagi Guru Muda

Kemudian, dia menegaskan pentingnya memberi ruang bagi guru-guru muda untuk terlibat aktif dalam organisasi.

“Beri kesempatan pada guru-guru muda untuk berkiprah di organisasi PGRI. Walau terkadang mereka idealis dan sangat kritis, para senior harus merangkul mereka,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan sosok almarhum Moh. Surya, yang meski dikenal idealis dan kritis saat menjabat sebagai Ketua Umum PB PGRI selama dua periode, justru mampu mencatatkan sejarah penting.

Di bawah kepemimpinannya, PGRI menginisiasi lahirnya Undang-Undang Guru dan Dosen serta memperjuangkan terbitnya tunjangan profesi melalui mekanisme sertifikasi.

“Sikap kritis dari generasi muda bukanlah ancaman, melainkan potensi yang harus diarahkan dan dibina demi kemajuan organisasi guru ke depan,” tegasnya.

Ia menutup dengan mengingatkan bahwa setiap kepemimpinan, sekecil apa pun, akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

“Selamat mengemban amanat para guru. Bismillah,” ujarnya penuh harap.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *