banner 728x250
News  

3.326 Kasus Premanisme Ditindak, Legislator: Kapolri Tegas Jawab Keresahan Publik

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, kondusif.inewsciamis.com/ – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra, mengapresiasi langkah tegas Polri dalam menindak ribuan kasus premanisme dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan yang berlangsung secara nasional sejak awal Mei 2025. Menurutnya, operasi ini mencerminkan kehadiran negara yang nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman ketertiban dan rasa aman.

“Sejak operasi dimulai pada 1 Mei 2025, Polri telah menangani 3.326 kasus premanisme di berbagai wilayah Indonesia. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketertiban,” ujar Soedeson Tandra dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2025).

banner 325x300

Ia menilai, ketegasan yang ditunjukkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan respons yang tepat atas keresahan masyarakat terhadap praktik premanisme yang makin berani dan sistematis. Ia pun mendorong agar tindakan tegas ini berlanjut dan tidak hanya berlangsung saat operasi berlangsung.

“Kapolri telah menunjukkan kepemimpinan yang tegas, cepat, dan responsif. Ini penting untuk merespons berbagai bentuk gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat,” lanjut Tandra.

Selain fokus pada pemberantasan premanisme, Tandra juga menyoroti keberhasilan Polri dalam menggagalkan sejumlah kejahatan besar lainnya. Salah satunya adalah pengungkapan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 71 kilogram di Provinsi Jambi, awal Mei lalu. Menurutnya, hal ini menunjukkan kerja nyata kepolisian dalam memutus rantai distribusi narkotika yang mengancam generasi bangsa.

Tandra juga menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Desk Pemberantasan Judi Online yang telah aktif sejak 4 November 2024. Ia menyebut, sejak dibentuk, desk ini telah menangani lebih dari seribu kasus.

“Sejak dibentuk pada 4 November 2024, desk ini telah menangani 1.271 kasus. Bahkan dalam kasus terbaru, polisi berhasil menyita dana sebesar Rp 530 miliar dari ribuan rekening bank. Ini pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Tandra menyoroti pula keberhasilan Polri mengungkap kasus perdagangan ilegal 494,4 ton bahan kimia berbahaya jenis sianida yang diimpor dari China menggunakan perusahaan fiktif. Ia menyebut nilai omzet dari tindak pidana ini mencapai Rp 59 miliar.

“Ini menunjukkan respons cepat Polri terhadap kejahatan lintas negara. Kinerja seperti ini patut didukung semua pihak, karena ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga perlindungan terhadap rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho juga menyampaikan bahwa Operasi Kepolisian Kewilayahan menjadi bentuk nyata keseriusan Polri dalam menindak praktik premanisme dan menciptakan iklim yang aman bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Operasi ini adalah bentuk nyata upaya Polri memberantas premanisme yang mengganggu rasa aman masyarakat dan menghambat iklim investasi,” ujar Irjen Sandi Nugroho.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *