banner 728x250
News  

100 Hari Viman: Mahasiswa HMI dan PMII Desak Evaluasi Jabatan dan Hentikan Operasional Pool Primajasa

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya, Konduaif.com — Menjelang 100 hari kerja Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, gelombang kritik mulai bermunculan. Puluhan mahasiswa dari organisasi HMI dan PMII Kota Tasikmalaya menggelar audiensi di Balai Kota Tasikmalaya, Jumat (01/05/2025), menuntut sejumlah kebijakan konkret dari pemerintah kota.

Audiensi yang diterima langsung oleh Wali Kota Viman Alfarizi, Wakil Wali Kota, serta Sekda Kota Tasikmalaya itu tak membuahkan hasil memuaskan bagi para mahasiswa. Wakil Sekretaris Bidang PTKP HMI Tasikmalaya, Ahmad Rizal Hidayah, menilai pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi nyata.

banner 325x300

“Isu yang kami bawa terkait evaluasi birokrasi di Kota Tasikmalaya. Ini bukan hanya soal mengisi kekosongan jabatan, tapi beberapa posisi perlu dievaluasi karena menyangkut pelayanan publik,” tegas Ahmad Rizal.

Ia juga menyoroti program pengentasan kemiskinan yang menurutnya hanya menjadi wacana tanpa realisasi. “Sudah menjelang 100 hari kerja, namun belum ada respons memadai atas masalah-masalah yang kami angkat. Padahal itu tercantum dalam RPJMD,” tambahnya.

Ketua PMII Kota Tasikmalaya, Adriana, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya supremasi hukum dalam menjalankan roda pemerintahan. Salah satu isu yang disorot adalah operasional Pool Primajasa yang dinilai melanggar regulasi terkait pengangkutan penumpang.

“Pool Primajasa tidak bisa sembarangan menaikkan dan menurunkan penumpang. Ini melanggar aturan. Kami mendesak agar operasionalnya dihentikan,” tegas Adriana.

Ia juga mempertanyakan konflik kepentingan mengingat Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan berasal dari keluarga besar Mayasari Group—perusahaan induk Primajasa—dan menjabat sebagai Direktur Primajasa Foundation.

Desakan dari mahasiswa ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan Viman dalam seratus hari pertamanya tengah berada di bawah sorotan tajam publik, khususnya generasi muda. Mereka menuntut agar janji-janji politik segera ditunaikan dan kepentingan publik dikedepankan di atas kepentingan bisnis dan kelompok.***

Reporter; HN345

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *