Bandung,kondusif.inewsciamis.com/,— SAPMA Ciamis Audiens Disdik Jabar,– Setelah menggelar aksi unjuk rasa di Ciamis dan menyegel kantor KCD XIII, SAPMA Pemuda Pancasila Ciamis melanjutkan langkah strategis dengan mendatangi langsung Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) pada Senin (28/8/2025).
Dalam forum audiensi yang berlangsung di Jalan Dr. Rajiman No.6, Kota Bandung itu, SAPMA menyampaikan rentetan persoalan yang dinilai sebagai bentuk kegagalan sistemik dalam manajemen pendidikan di bawah KCD Wilayah XIII.
“Kami datang bukan untuk basa-basi. Kami membawa data, keluhan wali murid, dan suara kepala sekolah yang merasa dirugikan. Ini harus jadi evaluasi total,” tegas Ketua SAPMA PP Ciamis, Rizal.
Masalah yang Disoroti SAPMA
SAPMA mengurai sejumlah masalah yang dinilai belum terselesaikan bahkan makin memburuk.
Izin operasional SMK Tambaksari yang dinilai sengaja diperlambat.
Kemudian, mangkraknya pembangunan RKB SMKN 1 Cijeungjing akibat buruknya koordinasi.
Lalu, dugaan kelalaian dana BOS di SMKN 2 Pangandaran.
Lanjut, minimnya transparansi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan PAPS, Hubungan tidak harmonis antara KCD dan Pemda Ciamis.
Hingga dugaan gratifikasi, pungli, dan intervensi travel study tour.
SAPMA menilai akar persoalan tersebut bukan hanya pada oknum, melainkan pada sistem kerja yang tidak akuntabel.
Tuntutan ke Disdik Jabar
SAPMA secara tegas meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk:
1. Melakukan evaluasi total terhadap seluruh jajaran KCD XIII, bukan hanya Kepala KCD.
2. Melakukan mutasi segera terhadap pejabat yang terbukti tidak layak.
3. Membuka ruang pelaporan masyarakat dan sekolah yang transparan.
4. Mendorong penyelidikan lebih lanjut jika ditemukan unsur pidana.
“Jangan tunggu viral atau demo besar. Kami minta ketegasan dan integritas Disdik Jabar dalam membersihkan sistem ini,” desak Ketua SAPMA.
Komitmen Gerakan Berkelanjutan
SAPMA menyatakan bahwa audiensi ini adalah bagian dari proses formal agar Pemerintah Provinsi tidak tutup mata.
Mereka juga siap melanjutkan gerakan moral dan hukum jika tidak ada tindak lanjut.
“Kami tak akan berhenti. Kalau hari ini didengar tapi tidak ditindaklanjuti, maka kami akan lebih besar lagi. Ini bukan janji, ini sikap,” ujar Ketua SAPMA menutup pertemuan.


















