banner 728x250

Polwan Mengajar, Inovasi Polres Tasikmalaya Kota Raih PGM Award dari Kemenag RI

banner 120x600
banner 468x60

Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/,- Polwan Mengajar, program inovatif dari Polres Tasikmalaya Kota, resmi meraih penghargaan bergengsi PGM Award ke-17 dari Kementerian Agama RI. Penghargaan tersebut diserahkan langsung di Auditorium Kemenag RI, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Program yang digagas oleh Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, bersama Perkumpulan Guru Madrasah (PGM), diapresiasi sebagai langkah konkret dalam membangun karakter siswa madrasah sejak dini.

banner 325x300

Melalui kegiatan ini, Polwan ditugaskan menjadi pengajar di madrasah untuk menyampaikan materi pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta ketertiban dan keamanan masyarakat.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag RI, Dr. Thobib Al Asyha, menyampaikan pujian setinggi-tingginya terhadap inisiatif tersebut.

“Program polisi ini sangat luar biasa. Kepedulian aparat kepolisian terhadap pendidikan harus menjadi contoh nasional,” ujar Thobib.

Tak hanya memuji, Thobib bahkan berharap agar sosok seperti Kapolres Faruk Rozi bisa lebih banyak muncul dalam tubuh Polri.

“Kapolres seperti ini harus diperbanyak. Saya doakan cepat promosi,” tambahnya.

Pertamakali Penghargaan Diberikan ke Polisi

Sementara itu, Ketua Umum PGM Indonesia, Yaya Ropandi, menyebut penghargaan ini biasanya diberikan kepada kepala daerah.

Namun, untuk pertama kalinya, penghargaan ini jatuh kepada aparat kepolisian.

“Sebelum ada wacana militerisasi sekolah dari Gubernur Dedi Mulyadi, program Polwan Mengajar sudah lebih dulu berjalan di Tasikmalaya,” tegasnya.

AKBP Faruk Rozi menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Polwan Mengajar adalah bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendukung salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu mencetak SDM unggul melalui penguatan pendidikan karakter.

“Tugas Polri bukan hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar tahan terhadap berbagai ancaman moral dan ideologi,” ujar Faruk.

Program ini menargetkan lebih dari 300 madrasah. Materi ajar disusun bersama PGM dan difokuskan pada penanaman nilai-nilai luhur untuk mencegah kenakalan remaja.

Seperti tawuran, narkoba, geng motor, hingga bullying.

Polwan dipilih sebagai pengajar karena mampu membangun kedekatan emosional dengan siswa melalui pendekatan yang persuasif dan keibuan.

“Lewat program ini, kami ingin siswa madrasah tumbuh tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara akhlak dan karakter,” tutup Kapolres Faruk Rozi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *