banner 728x250

Perang Thailand-Kamboja Meletus, Jet Tempur dan Roket Mengguncang Perbatasan Segitiga Zamrud

banner 120x600
banner 468x60

Bangkok, kondusif.inewsciamis.com/ – Ketegangan di kawasan perbatasan antara Thailand dan Kamboja akhirnya meledak menjadi konflik bersenjata terbuka. Kamis pagi (24/7/2025), perang kedua negara terlibat dalam saling serang menggunakan jet tempur, artileri, drone, hingga roket, yang menciptakan kepanikan di wilayah-wilayah sensitif di sekitar Segitiga Zamrud titik temu antara Thailand, Kamboja, dan Laos.

 

banner 325x300

Konflik bermula dari serangan roket yang diluncurkan militer Kamboja ke arah wilayah Thailand, disusul respons cepat Angkatan Udara Thailand yang menerbangkan enam jet tempur F-16 dari Pangkalan Udara Ubon Ratchathani. Jet-jet itu menggempur dua sasaran militer di dalam wilayah Kamboja.

 

“Dua target militer di wilayah Kamboja telah dihantam secara presisi,” kata Kolonel Ritcha Suksuwanon, Wakil Juru Bicara Militer Thailand, dalam keterangan resminya kepada media.

 

Candi Kuno Jadi Medan Konflik

 

Perang Thailand vs Kamboja terjadi di sekitar dua kompleks candi kuno di perbatasan Provinsi Surin (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja). Kawasan ini memang telah lama menjadi sumber sengketa kedua negara, dengan sejarah ketegangan yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Pada Mei lalu, seorang tentara Kamboja tewas dalam insiden penembakan di wilayah yang sama.

 

Menurut laporan militer Thailand, konflik terbaru ini dimulai pukul 07.35 waktu setempat. Satuan penjaga Candi Ta Muen mendeteksi suara drone Kamboja yang melintasi perbatasan. Tak lama kemudian, enam tentara Kamboja bersenjata — termasuk satu orang membawa pelontar granat — mendekati pagar kawat berduri di depan pos penjagaan Thailand.

 

“Setelah diberi peringatan, sekitar pukul 08.20 pagi, pasukan Kamboja melepaskan tembakan ke arah timur kompleks candi, hanya 200 meter dari posisi pasukan Thailand,” demikian laporan resmi militer.

 

Saling Tuduh dan Memburuknya Hubungan Diplomatik

 

Kedua negara langsung saling menyalahkan atas eskalasi kekerasan ini. Kementerian Pertahanan Kamboja melalui juru bicaranya, Maly Socheata, menuduh Thailand sebagai pihak yang memulai serangan lebih dahulu.

 

“Kami tidak punya pilihan selain mempertahankan kedaulatan wilayah kami. Serangan udara Thailand adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan kami,” tegas Socheata.

 

Sebaliknya, Thailand menuding Kamboja sebagai pemicu bentrok. Penanaman ranjau yang menyebabkan kaki seorang prajurit Thailand putus beberapa hari sebelumnya disebut sebagai pemicu utama kemarahan publik dan militer Thailand.

 

Dampak dari konflik ini tidak hanya militer. Pemerintah Thailand telah memutuskan mengusir Duta Besar Kamboja dari Bangkok dan menarik seluruh diplomatnya dari Phnom Penh. Sebagai respons, Kamboja juga menurunkan hubungan diplomatik dengan Thailand ke level terendah, serta mengusir staf diplomatik Thailand.

 

Kedutaan Besar Thailand di Kamboja mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh warga negaranya meninggalkan wilayah Kamboja sesegera mungkin, kecuali memiliki kepentingan mendesak. Di sisi lain, Pemerintah Thailand menegaskan bahwa tindakan militer yang dilakukan adalah untuk mempertahankan kedaulatan dan bukan bentuk agresi sepihak.

 

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk menjaga kedaulatan negara tanpa melanggar hukum internasional,” ujar Perdana Menteri Sementara Thailand, Phumtham Wechayachai.

 

Ancaman Perang Terbuka?

 

Meski belum dinyatakan sebagai perang resmi antarnegara, eskalasi militer dan kerusakan yang ditimbulkan sudah mengarah pada kemungkinan konflik jangka panjang. Kawasan Segitiga Zamrud, yang sebelumnya dikenal karena peninggalan sejarahnya, kini berubah menjadi medan pertempuran penuh ketegangan.

 

Analis politik internasional menilai bahwa bila tidak segera ditengahi, konflik ini bisa berkembang menjadi perang terbuka yang berisiko mengganggu stabilitas regional Asia Tenggara. ASEAN, hingga saat ini, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait konflik tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *