banner 728x250
News  

Budi Pekerti Ciamis Gelar Gerakan Pangan Murah dan Talkshow Nasional Ketahanan Pangan

banner 120x600
banner 468x60

Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/, Menyadari urgensi krisis pangan global, organisasi Budi Pekerti mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan dua agenda besar di Kabupaten Ciamis: Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Talkshow Nasional tentang Strategi Ketahanan Pangan.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari komitmen lokal untuk menjawab tantangan global.

banner 325x300

Ketua Budi Pekerti, Dian Budiana, menegaskan bahwa isu pangan bukan lagi semata urusan makan dan lapar.

Melainkan soal masa depan generasi, pengelolaan sumber daya alam, dan keberlanjutan desa.

“Pangan hari ini adalah soal nasib anak cucu kita. Ini tentang tanah yang diwariskan tapi tak lagi ditanami. Ciamis harus bisa jadi pionir ketahanan pangan dari desa,” ujar Dian dalam pernyataannya

Dua Agenda Strategis Jawab Krisis Pangan

1. Gerakan Pangan Murah (GPM) – 2 Agustus 2025

Bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), GPM akan menghadirkan pasar murah bersubsidi yang menyasar masyarakat luas di Ciamis.

Tak hanya menjual pangan terjangkau, kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi publik dalam gerakan nasional “Selamatkan Pangan”, yang mendorong:

Kemudian, pengurangan food waste, pola konsumsi bijak, penguatan kesadaran pangan berkelanjutan.

2. Talkshow Nasional: Masa Depan Pangan – 14 Agustus 2025

Lebih lanjut, mengusung tema “Dari Isu Global Menuju Solusi Lokal”, talkshow ini akan menjadi forum dialog lintas sektor, menghadirkan pembicara dari:

Badan Pangan Nasional (Bapanas), Anggota Komisi IV DPR RI, Akademisi bidang pertanian dan peternakan.

Lalu, Sejarawan dan ahli naskah kuno, Pelaku UMKM pangan, Perwakilan lembaga keuangan.

Talkshow akan digelar secara hybrid (tatap muka dan daring), dan diproyeksikan sebagai ruang strategis untuk menyusun rekomendasi kebijakan ketahanan pangan berbasis daerah.

Belajar dari Sejarah, Menanam Masa Depan

Menariknya, talkshow ini juga akan dibuka dengan paparan sejarah krisis pangan di masa lalu, termasuk dari naskah-naskah kuno Sunda pada era kerajaan.

Tujuannya bukan sekadar nostalgia, melainkan menggali kearifan lokal sebagai refleksi penyusunan peta jalan ketahanan pangan di masa kini dan masa depan.

“Solusi krisis pangan tak cukup dengan teknologi dan logistik. Kita butuh kesadaran kolektif, penguatan komunitas desa, dan kedaulatan atas sumber pangan sendiri,” ujar Dian Budiana.

Ke depan, Budi Pekerti akan mengawal program lanjutan berupa gerakan menanam jagung serentak di seluruh desa.

Memanfaatkan lahan tidur yang selama ini tak dimanfaatkan secara optimal.

Kunci Keberhasilan: Kolaborasi Semua Pihak

Budi Pekerti menyadari bahwa keberhasilan dua agenda ini hanya bisa dicapai melalui sinergi lintas sektor. Karena itu, kegiatan ini mengundang dan melibatkan:

Pemerintah Daerah & Forkopimda, anggota DPR, akademisi, pelaku Usaha & UMKM.

Kemudian, kepala desa, kelompok Tani & Ternak, organisasi Pemuda & Mahasiswa, lembaga Keuangan, pewarta & Media dan masyarakat umum.

“Kita tidak sedang menyusun acara tapi sedang menyusun harapan. Kita tidak akan kuat jika hanya berjalan sendiri. Ini harus jadi gerakan bersama,” pungkas Dian Budiana.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *