Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/ – Produk herbal andalan, Herbal ACB Ciamis, resmi mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak Mei 2025. Produk yang dikelola oleh CV Anugerah Cipta Berkah dan beralamat di Perum Graha Persada Blok J7, Kecamatan Sindangkasih ini, dulunya dikenal sebagai air cacing bening.
Owner Herbal ACB, Siti Maryam Nurjanah, S.Pd, menuturkan bahwa proses legalitas telah dilalui sejak beberapa tahun terakhir.
Mulai dari NIB, sertifikat halal MUI, hingga izin BPOM. Sejak itu, nama produk pun berubah menjadi Herbal ACB.
“Alhamdulillah izin BPOM sudah keluar. Produk yang awalnya bernama air cacing bening, kini resmi menjadi Herbal ACB,” ungkap Maryam, Selasa (22/07/2025).
Manfaat Herbal ACB Ciamis dan Legalitas Produk
Herbal ACB diformulasikan sebagai penurun demam, sesuai izin edar dari BPOM.
Namun, berdasarkan testimoni konsumen, produk ini juga dirasakan manfaatnya untuk sejumlah keluhan kesehatan seperti lambung, DBD, maag, masuk angin, tipes, hingga kolesterol dan diabetes.
Maryam juga menjelaskan, manfaat lainnya antara lain, meningkatkan imunitas, menjaga stamina, menggantikan ion tubuh dan menambah nafsu makan.
“BPOM hanya mengakui manfaat sebagai penurun demam, tapi banyak konsumen merasa terbantu untuk berbagai penyakit lain,” ujarnya.
Varian Ukuran dan Harga Terjangkau
Herbal ACB kini tersedia dalam tiga pilihan ukuran: 250 ml, 500 ml, dan 1500 ml dengan harga mulai dari Rp11.000 hingga Rp50.000.
Masa simpan produk mencapai enam bulan, asalkan disimpan di bawah suhu 25°C dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
Distribusi Meluas, Herbal ABC Ciamis Targetkan Ekspor
Saat ini, Herbal ACB telah didistribusikan melalui 500 agen dan 50 distributor di Jawa Barat.
Penjualan online dilayani oleh agen dan reseller, sementara distribusi ke apotek masih dilakukan internal.
Mulai Agustus, distribusi ke apotek akan diserahkan ke distributor wilayah Tasikmalaya agar bisa menjangkau wilayah Priangan Timur.
“Kami ingin Herbal ACB bisa dikenal secara nasional, bahkan menembus pasar ekspor,” kata Maryam penuh harap.
Kualitas Produksi Terjaga
Penanggung jawab produksi, Syifa Nurjanah, menyebutkan bahwa produksi Herbal ACB dikerjakan oleh 18 karyawan dengan jam kerja Senin–Jumat pukul 08.00–15.00 WIB.
“Seluruh karyawan diwajibkan memakai alat pelindung diri (APD), dan tidak boleh membawa makanan, minuman, atau aksesoris ke dalam ruang produksi,” tegas Syifa.
Dengan legalitas yang lengkap dan sistem produksi yang higienis.
Herbal ACB Ciamis kian percaya diri memperluas pasar dan menjadi salah satu produk unggulan herbal asal Tatar Galuh.


















