Ciamis,kondusif.inewsciamis.com/,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menekankan pentingnya penggunaan data akurat dan valid dalam pembangunan sekolah.
Ia menyampaikan hal itu saat meresmikan kembali SDN 2 Kujang di Kecamatan Cikoneng yang baru saja rampung dibangun pasca musibah kebakaran.
Menurutnya, banyak sekolah di Kabupaten Ciamis mengalami kerusakan berat, namun tidak seluruhnya terdata secara tepat.
“Ciamis punya 740 SD, dan 10 persennya dalam kondisi rusak berat. Tapi data di lapangan belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya,” ungkap Herdiat, Rabu (9/7/2025).
Ia menyoroti bahwa beberapa sekolah yang viral di media sosial memang mengundang perhatian, namun bukan berarti yang tidak viral kondisinya lebih baik.
“Kita sering terkecoh oleh tayangan yang viral. Padahal bisa jadi ada sekolah yang lebih rusak tapi tidak terekspos. Karena itu, kita harus punya data akurat agar pembangunan tidak salah sasaran,” tegasnya.
Tumpang Tindih Data
Herdiat juga menyinggung soal tumpang tindih data antar lembaga dan kementerian.
“Setiap lembaga punya data sendiri dengan kriteria berbeda-beda. Akibatnya, data tidak sinkron. Ini menyulitkan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia meminta Dinas Pendidikan melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah.
Baik tingkat SD maupun SMP, agar pemerintah daerah dapat menyusun skala prioritas pembangunan yang objektif dan adil.
“Tahun ini harus dimulai, pemetaan sekolah yang tidak layak harus jelas. Jangan sampai ada sekolah dari tahun 1950 belum pernah direnovasi, tapi luput dari perhatian karena tidak masuk data prioritas,” ucap Herdiat.
Pemerintah Kabupaten Ciamis, lanjutnya, setiap tahun membangun ruang kelas baru dengan anggaran rata-rata di atas Rp50 miliar.
“Kalau sekolah seperti SDN 2 Kujang yang cukup megah bisa dibangun hanya dengan Rp2 miliar, berarti setidaknya kita bisa memperbaiki 25 sekolah per tahun jika dananya dialokasikan dengan tepat,” terangnya.
Herdiat menekankan bahwa semangat gotong royong dan perhatian pemerintah desa juga memegang peranan penting.
“Saya apresiasi kepada warga dan kepala desa Kujang. Tanpa peran serta masyarakat, pembangunan secepat ini tidak mungkin tercapai,” katanya.
Ia berharap ke depan, pembangunan pendidikan di Ciamis tidak lagi bergantung pada dorongan opini publik atau viralitas.
Melainkan berdasarkan kebutuhan riil, data yang valid, dan rasa keadilan antar wilayah.


















