banner 728x250

Karateka Muda Ciamis Bangkit, Faeyza Tembus Panggung Internasional di Jakarta

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, KondusiF – Di tengah dominasi atlet dari kota-kota besar dan negara-negara kuat dalam dunia karate, nama Mochammad Faeyza Athallah Putra Soemantri muncul sebagai kejutan.

Siswa kelas 9H dari SMPN 1 Ciamis ini berhasil meraih medali perak dalam ajang 4th Shureido International Karate Cup 2025, yang digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 4–6 Juli lalu.

banner 325x300

Ia tampil gemilang di kategori Cadet Kata Male, bersaing ketat dengan peserta dari berbagai negara, termasuk Jepang, Rusia, India, dan Maroko.

Dari Kota Kecil Menuju Arena Global

Kemenangan Faeyza menjadi penanda penting: bahwa karateka dari daerah seperti Ciamis pun mampu tampil di level internasional.

Di tengah persaingan 2.326 peserta dari 14 negara, keberhasilan Faeyza menembus podium bukan hal biasa.

Ia membawa nama Ciamis melampaui batas-batas lokal.

Sebagai informasi, peserta turnamen tahun ini datang dari Jepang, Rusia, Malaysia, India, Chinese Taipei, Singapura, Hong Kong, Filipina, Brunei Darussalam, Thailand, Maroko, Oman, Selandia Baru, dan Indonesia.

“Kejuaraan ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan peningkatan kualitas melalui kehadiran 4 juara dunia karate asal Jepang,” kata Ricky Muchtar, Ketua Panitia, yang juga menjabat Ketua Bidang Luar Negeri PB Forki.

Empat nama besar dari Jepang hadir sebagai bintang: Ayumie Uekusa, Shinji Nagaki, Mori Yuta, dan Emiri Iwamoto, masing-masing merupakan juara dunia dari federasi karate dunia WKF.

Semangat dan Disiplin Jadi Kunci

Meski berasal dari kota kecil di Jawa Barat, Faeyza membuktikan bahwa kualitas tidak ditentukan oleh lokasi.

Di balik prestasinya, tersimpan kerja keras panjang, latihan rutin, dan ketekunan tinggi.

Kehadirannya di podium juga menjadi motivasi bagi anak-anak muda Ciamis untuk tidak ragu bersaing di kancah global.

“Kami tidak hanya ingin mencetak jumlah, tetapi juga kualitas,” ujar Ricky.

“Dengan mendatangkan juara dunia dan wasit internasional, kami ingin menciptakan ekosistem kompetisi yang mendekati standar dunia.”

Kejuaraan Bergengsi, Tiket Menuju Dunia

Ajang Shureido International Karate Cup 2025 bukan sekadar turnamen.

Selain memperebutkan medali, ada gelar Best of The Best yang diperebutkan para juara di masing-masing kategori.

Khusus untuk kelas U21 dan senior, pemenang akan mendapat tiket ke Kejuaraan WKF Series A pada Oktober mendatang.

Ketua Umum PB Forki Hadi Tjahjanto pun menegaskan pentingnya kejuaraan ini sebagai media pembinaan atlet.

“Turnamen ini adalah sarana pembinaan dalam peningkatan prestasi untuk menghasilkan atlet-atlet terbaik,” ujar Hadi.

Ia juga menekankan pentingnya Indonesia sebagai tuan rumah yang ramah.

“Untuk para peserta dari luar negeri, selamat datang. Terima kasih atas partisipasinya. Semoga event ini juga menjadi sarana menjalin silaturahmi antaratlet,” katanya saat membuka turnamen.

Harapan Baru dari Tanah Galuh

Faeyza bukan sekadar atlet berprestasi.

Ia adalah representasi semangat juang generasi muda daerah yang tak ingin hanya menjadi penonton dalam panggung prestasi.

Ciamis, melalui Faeyza, menunjukkan bahwa anak-anak dari kota kecil pun bisa bicara banyak di dunia internasional — dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian melangkah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *