Tasikmalaya,kondusif.inewsciamis.com/,- Santunan 10 Muharram Desa Kamulyan,- Peringatan 10 Muharram 1447 Hijriah menjadi momentum penuh makna bagi warga Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMM) Desa Kamulyan kembali menggelar kegiatan santunan untuk anak yatim piatu dan dhuafa lansia di GOR Desa Kamulyan, Senin (07/07/2025).
Mengusung tema “Berbagi Berkah, Rezeki Melimpah,” kegiatan ini tidak sekadar seremoni tahunan.
Melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang terus dihidupkan oleh masyarakat secara gotong royong.
115 Warga Menerima Santunan, Meski Anggaran Terbatas
Ketua BKMM Desa Kamulyan, Hj. Imas Masriah, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan BKMM.
Namun, ia juga mengakui bahwa jumlah penerima manfaat tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Jumlah penerima memang menurun dari tahun lalu, namun kami tetap bersyukur karena para aghniya masih istiqamah dalam bersedekah,” ujarnya.
Tercatat, tahun ini sebanyak 115 warga yang terdiri dari anak-anak yatim piatu dan lansia dhuafa menerima santunan dalam bentuk uang dan kebutuhan pokok.
Dana Swadaya, Sinergi Antar Wilayah
Yang menarik, kegiatan ini sepenuhnya dibiayai melalui kontribusi dari setiap kepunduhan di lingkungan Desa Kamulyan.
Tidak ada sponsor besar, melainkan solidaritas yang tumbuh dari bawah, yang menjadi bukti kekuatan sosial masyarakat desa.
Pelaksanaan berjalan lancar berkat sinergi antara pengurus BKMM dan aparat pemerintah desa.
Meski dana terbatas, semangat kebersamaan membuat acara berlangsung khidmat dan bermakna.
“Harapan kami, semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi yang berpartisipasi. Tidak harus besar nominalnya, tapi rasa kebersamaan dalam berbagi itu yang utama,” tutur Hj. Imas.
Tradisi Sosial yang Harus Terus Dijaga
Lebih lanjut, kegiatan santunan seperti ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan sosial tidak selalu harus datang dari institusi besar.
Justru dari komunitas-komunitas kecil dan penggerak lokal seperti BKMM, nilai-nilai gotong royong dan kepedulian bisa terus hidup.
Peringatan 10 Muharram juga bukan hanya soal perayaan keagamaan, melainkan juga momentum untuk memperkuat ikatan sosial dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan, terutama mereka yang paling membutuhkan.


















