Bandung,kondusif.inewsciamis.com/,- Malam hari di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung, menghadirkan suasana hening yang penuh kesan. Sabtu malam, 5 Juli 2025 pukul 22.06 WIB, kompleks masjid di kawasan Gedebage ini tampak sepi dari keramaian.
Tidak ada aktivitas keagamaan di dalam masjid, dan seluruh pintu utama Masjid tampak terkunci rapat.
Meskipun demikian, bangunan masjid tetap menyala terang dengan pencahayaan berwarna ungu, biru, dan keemasan yang menghiasi fasad utamanya.
Kubah masjid yang tersusun dari ribuan panel kaca tampak memantulkan cahaya ke permukaan danau retensi di sekelilingnya.
Kemudian, empat menara tinggi yang menjulang di setiap penjuru masjid juga diterangi lampu sorot semakin memperkuat kesan megah yang tetap terpancar meski dalam keheningan.
Beberapa pengunjung tampak berdiri di pelataran plaza, sebagian sibuk mengambil gambar.
sementara itu, yang lain hanya duduk santai menghadap bangunan yang dijuluki “Masjid Terapung” ini.
Tidak ada suara bising atau kegiatan ramai, suasana malam dipenuhi ketenangan dan semilir angin dari danau buatan di sekitarnya.
Pintu utama masjid yang terkunci mengindikasikan bahwa kegiatan ibadah di dalam ruang utama telah selesai sebelum pukul sepuluh malam.
Estetik Malam Masjid Al-Jabbar
Meskipun tidak dapat masuk ke dalam, pengunjung masih bisa menikmati estetika arsitektural dari luar.
Jalan setapak di sekeliling masjid tetap dibuka, memungkinkan pengunjung untuk berkeliling dan mengagumi desain dari berbagai sisi.
Lebih lanjut, Masjid Raya Al Jabbar merupakan salah satu ikon arsitektur modern di Indonesia.
Dirancang oleh arsitek Ridwan Kamil, masjid ini resmi dibuka pada akhir 2022 dan menjadi masjid raya provinsi Jawa Barat.
Dengan kapasitas hingga 60.000 jamaah dan fasilitas penunjang seperti museum, taman tematik, dan danau retensi, masjid ini tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga ruang edukasi dan rekreasi spiritual.
Walau malam itu sunyi dan seluruh akses masjid terkunci, pengalaman visual yang ditawarkan tetap memberikan kesan tersendiri.
Keindahan struktur masjid berpadu dengan keheningan malam menciptakan atmosfer yang menenangkan.
Menjadi sebuah pengingat bahwa spiritualitas dapat hadir bahkan dari luar tembok sebuah rumah ibadah.


















