banner 728x250
News  

Kapal Penyeberangan Tenggelam di Selat Bali, 4 Tewas dan Puluhan Masih Hilang

banner 120x600
banner 468x60

kondusif.inewsciamis.com/- Kapal penyeberangan tenggelam di Selat Bali saat melintasi jalur Ketapang-Gilimanuk, Rabu malam (2/7/2025). Insiden tragis ini menimpa KMP Tunu Pratama Jaya, kapal milik operator swasta yang diketahui mengangkut puluhan penumpang serta puluhan kendaraan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 23.35 WIB, ketika kapal dilaporkan mengalami gangguan mesin total (blackout).

banner 325x300

Tak lama setelah mengirimkan sinyal permintaan bantuan melalui komunikasi radio, kapal diketahui miring, lalu terbalik dan hanyut ke arah selatan.

“Kapal mengalami mati listrik penuh, kemudian tenggelam di koordinat -08°09.371′, 114°25.1569′,” ungkap Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, dalam keterangan tertulis.

Hingga Kamis siang (3/7/2025), empat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 23 orang berhasil dievakuasi selamat.

Masih ada puluhan penumpang lain yang belum diketahui nasibnya.

Dari total 65 orang di kapal, 53 di antaranya adalah penumpang dan 12 merupakan kru.

Menurut data, kapal juga membawa 22 unit kendaraan dalam pelayaran dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Tenggelamnya kapal terjadi hanya sekitar 25 menit setelah keberangkatan.

Operasi SAR Skala Besar

Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dikerahkan secara masif sejak laporan kejadian diterima.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, KSOP Tanjung Wangi, TNI AL, dan Polairud mengerahkan sembilan kapal penyelamat, termasuk dua kapal milik TNI AL dan dua kapal Basarnas.

Proses evakuasi difokuskan pada titik-titik terakhir lokasi kapal terpantau, dengan bantuan kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar wilayah perairan selatan Selat Bali.

“Kami mengutamakan keselamatan penumpang dan terus mendukung penuh koordinasi lapangan,” tambah Shelvy dari ASDP.

Pihak ASDP juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk tetap berjalan, namun dengan pengawasan cuaca dan standar keselamatan yang diperketat.

Para pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas pelabuhan.

Penyebab Masih Didalami

Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan. Namun indikasi awal mengarah pada cuaca buruk dan gangguan sistem kelistrikan kapal.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan melakukan investigasi mendalam dalam waktu dekat.

Sementara itu, pihak keluarga korban yang masih hilang tampak memadati area pelabuhan untuk mencari informasi terbaru.

Suasana haru menyelimuti ruang tunggu Pelabuhan Ketapang, dengan harapan anggota keluarga mereka bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *