Pangandaran,kondusif.inewsciamis.com/– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis melaksanakan Konferensi Kabupaten (Konkab) masa bakti XXII tahun 2021–2025 di Aula Hotel Sinar Rahayu 4, Pangandaran, Senin (30/6/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi, termasuk memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030.
Ketua Panitia, Nanang Budiawan, menjelaskan bahwa konferensi ini merupakan agenda lima tahunan yang dihadiri oleh seluruh pengurus cabang dan ranting PGRI Ciamis, serta perwakilan PGRI Jawa Barat.
“Total 410 peserta hadir dengan 723 hak suara yang digunakan dalam proses pemilihan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, proses Konkab sudah dimulai sejak Sabtu (28/6) dengan pleno I–IV di Ciamis dan berlanjut ke tahap pemilihan di Pangandaran.
“Sebanyak 7 calon maju sebagai ketua (F1), 17 sebagai wakil ketua (F2), dan 55 lainnya mengisi posisi berbeda,” ucapnya.
Ketua PGRI Ciamis, Amir, dalam sambutannya menjelaskan alasan pelaksanaan Konkab di Pangandaran.
“Saat ini bertepatan dengan libur anak sekolah, jadi selain melaksanakan kewajiban organisasi, momen ini juga menjadi ajang rekreatif,” ujar Amir.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi setelah pemilihan.
“Namanya pemilihan pasti ada persaingan. Tapi mari kita jaga suasana tetap kondusif. Kita orang Sunda, mari jaga kerukunan,” pesannya.
Sejahterakan Anggota
Sementara itu, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, turut hadir dan memberikan apresiasi kepada pengurus masa bakti sebelumnya.
“Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi pengurus 2021–2025. Hari ini kita bersama-sama bermusyawarah menentukan pengurus baru. Siapa pun yang terpilih, harus mampu mensejahterakan anggota, karena itu inti dari organisasi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara PGRI dan pemerintah.
“Organisasi sebesar ini jangan sampai kehilangan arah. Jangan bekerja sendiri, harus sinergis,” tegasnya, sekaligus menyinggung perlunya hubungan yang lebih aktif antara PGRI dan KCD Pendidikan.
Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Barat, Ahmad Juhana, menekankan pentingnya membangun PGRI “berkaki tiga”: loyalitas anggota, akuntabilitas pengurus, dan kolaborasi dengan pemerintah.
“PGRI hidup karena anggotanya. Pengurus harus akuntabel dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar PGRI terus memperjuangkan status, kesejahteraan, dan martabat guru.
“Ke depan, tidak boleh ada lagi perbedaan antara guru ASN dan non-ASN. Semua berhak mendapatkan peningkatan kualitas tanpa diskriminasi,” tutupnya.
Konferensi ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang visioner dan berdedikasi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Ciamis.


















