CIAMIS, Kondusif – Regenerasi aparatur desa menjadi sorotan ketika Nana Suherlana resmi dilantik sebagai Kepala Dusun (Kadus) Dusun Desa, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya.
Mantan Ketua Karang Taruna itu menggantikan Karwan, sosok senior yang telah memimpin selama 18 tahun sejak 2008.
“Sudah saatnya saya menyerahkan tongkat estafet kepada generasi muda. Semoga bisa lebih baik dan membawa pengaruh positif,” kata Karwan dalam pidato perpisahannya, di Aula Desa Sukajadi. Selasa, (03/06/2025).
Seleksi Transparan, Menjawab Tuntutan Profesionalisme
Tidak seperti masa lalu di mana kepala dusun dipilih secara langsung oleh warga, kali ini proses pemilihan dilakukan melalui seleksi terbuka.
Ketua PPDI Kecamatan Sadananya, Gilar Yuga Nuhaerisman menjelaskan bahwa perubahan ini mengacu pada regulasi dalam UU Desa Nomor 6 Tahun 2014.
“Dari tujuh pendaftar, lima lolos ke tahap tes. Prosesnya objektif dan transparan. Nana terpilih karena mampu melewati semua tahapan,” ujar Gilar.
Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan integritas perangkat desa.
Proses seleksi digelar di Aula Desa Sukajadi. Menurut Nana, semua peserta berasal dari Desa Sukajadi.
“Seleksi ini jadi kesempatan bagi kami anak muda untuk berkontribusi lebih nyata di pemerintahan desa,” ungkapnya.
Misi Sosial Jadi Fondasi Langkah Awal
Nana tidak datang dari ruang kosong birokrasi.
Lima tahun memimpin Karang Taruna menjadikannya akrab dengan dinamika sosial di tingkat akar rumput.
“Awalnya saya tergugah karena banyak kebutuhan masyarakat yang belum tertangani. Itu yang mendorong saya terjun ke struktur pemerintahan desa,” katanya.
Ia mengakui, tantangan menjadi Kadus jauh lebih kompleks dibanding saat memimpin organisasi kepemudaan.
Kini, ia dituntut tidak hanya mengelola kegiatan sosial, tetapi juga urusan administratif, pungutan pajak, hingga menjadi penghubung langsung antara warga dan pemerintah desa.
Pesan Camat: Jabatan Kadus Adalah Pelayanan
Plt. Camat Sadananya, Ahmad Rohimat, mengingatkan bahwa jabatan kepala dusun bukan ladang keuntungan pribadi, melainkan sarana pengabdian.
“Luruskan niat, karena tugas ini adalah pelayanan langsung kepada masyarakat. Jadi panutan, bukan sekadar pemegang jabatan,” ujarnya.
Ia berharap Nana bisa menjaga integritas dan konsistensi dalam menjalankan amanah.
“Kadus harus kuat secara moral dan mental, karena warga akan menilai dari tindakan sehari-hari, bukan sekadar janji,” tambahnya.
Harapan Baru untuk Wajah Desa
Sebagai tugas pertama, Nana akan bertanggung jawab terhadap pengumpulan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Namun tugas utama yang lebih berat adalah membangun sinergi antara lembaga desa dan memperkuat komunikasi sosial di lingkungannya.
“Dengan niat yang baik dan dukungan semua pihak, saya berharap bisa memberikan kontribusi nyata untuk Dusun Desa dan Desa Sukajadi secara umum,” tutup Nana.


















