banner 728x250

Bukan Sekadar Makanan: Ini Cerita Puyuh Goreng yang Jadi Ikon Cadas Ngampar

banner 120x600
banner 468x60

kondusif.inewsciamis.com/, Puyuh Goreng, – Di antara sejuknya udara pegunungan dan gemericik sungai di Wana Wisata Cadas Ngampar, Cikatomas, Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, terdapat sebuah warung sederhana yang menyimpan cita rasa istimewa.

Warung itu milik Ibu Latifah, seorang perempuan tangguh berusia 47 tahun yang sejak tahun 2017 memperkenalkan menu khas yang kini menjadi ikon kuliner di kawasan wisata tersebut.

banner 325x300

“Awalnya cuma iseng,” ujar Ibu Latifah mengenang. Berbekal modal Rp10 juta dari ibu dan adiknya, ia memulai usaha kecil di Imbanagara.

Namun saat pindah ke area wisata Cadas Ngampar, ia melihat peluang dari satu hal yang belum ada, olahan burung puyuh.

Maka lahirlah resep sederhana tapi mengesankan puyuh goreng renyah dengan sambal khas, nasi hangat, dan tutug oncom sebagai pelengkap.

Burung Puyuh Hasil Ternak

Bu Latifah Penjual puyuh goreng di Cadas Ngampar
Bu Latifah (kiri) Penjual puyuh goreng di Cadas Ngampar

Bahan baku burung puyuh didapatkan dari hasil ternaknya sendiri, umumnya dari indukan yang sudah tidak lagi produktif bertelur.

Menu ini dijual dengan harga sangat terjangkau, hanya Rp16.000 per paket.

“Kadang ada tambahan mendoan atau menu lainnya, tapi puyuh tetap yang utama,” katanya.

Tanpa promosi besar-besaran di media sosial, warung Ibu Latifah tumbuh lewat kekuatan mulut ke mulut.

Pengunjung datang tak hanya dari sekitar Ciamis, tapi juga dari Tasikmalaya, Bandung, bahkan Garut.

Banyak yang datang rutin setiap enam bulan atau setahun sekali, sekadar melepas rindu pada rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.

Selama hampir delapan tahun, warung ini menjadi saksi jatuh bangun perjalanan usaha.

Di masa ramai, bisa menghabiskan hingga 100 ekor puyuh per hari. Di saat sepi, pendapatan bisa hanya Rp50.000 sehari. Namun Ibu Latifah tetap bertahan.

“Yang penting masih jalan. Alhamdulillah masih bisa bertahan sampai sekarang,” ucapnya.

Jadi Ciri Khas Makanan Wisata Cadas Ngampar

Warung puyuh goreng Bu Latifah di Cadas Ngampar, Ciamis
Warung puyuh goreng Bu Latifah di Cadas Ngampar, Ciamis

Kini, goreng puyuh racikan Ibu Latifah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata di Cadas Ngampar.

Tak sedikit pengunjung yang mengatakan, belum sah ke Cadas Ngampar kalau belum mencicipi puyuh goreng Bu Latifah.

Warungnya memang kecil, tapi nilainya besar. Ia tak hanya menjual makanan, tetapi juga menjual cerita, tentang ketekunan, kreativitas, dan keberanian memulai dari nol.

“Saya berharap, walau saya nanti tak lagi ada, anak-anak bisa meneruskan usaha ini. Semoga bisa terus menjadi bagian dari wajah kuliner Ciamis,” tutupnya dengan senyum penuh harap.

Jika Anda berkunjung ke Wana Wisata Cadas Ngampar, jangan lupa mampir ke warung sederhana di pinggir lokasi wisata.

Sebagai informasi, goreng puyuh bu Latifah buka setiap hari dari pukul 07.00-18.00 WIB serta menerima pesanan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *