Bandung, kondusif.inewsciamis.com/ – Warga RT 06 RW 18 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi akibat penyempitan Sungai Songpie. Banjir ini diduga dipicu oleh berdirinya bangunan liar di atas aliran sungai, seperti bedeng gudang rongsokan dan tempat usaha penyewaan mobil.
“Air meluap ke pemukiman karena aliran sungai menyempit. Sudah berkali-kali kami lapor, tapi belum ada tindakan konkret,” ujar Ibu Ooh, warga terdampak, Sabtu (12/04/2025).
Warga juga mempertanyakan keterlibatan perusahaan BUMN Kimia Farma, karena lahan tempat berdirinya bangunan tersebut dikabarkan merupakan milik BUMN. Salah satu pihak Kimia Farma bahkan sempat menyebut bahwa Menteri BUMN Erick Thohir akan meninjau langsung, namun belum ada kejelasan hingga kini.
Sementara di tempat terpisah Ketua RW, Ibu Nina, mengaku sudah merencanakan pertemuan dengan pihak Kimia Farma dan pemerintah, namun belum terealisasi.
Warga meminta agar pemerintah segera melakukan penataan kawasan, termasuk normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar demi mencegah banjir berulang.
“Kalau benar tanah itu milik BUMN, tolong kelola dengan baik. Jangan sampai warga jadi korban,” tegas Ibu Ooh.
Masyarakat berharap perhatian serius dari Pemkot Bandung dan instansi terkait demi terciptanya lingkungan yang lebih aman dan tertata.***


















