Ciamis, kondusif.inewsciamis.com/ – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menggelar Pesantren Ramadan ke-3, yang kali ini menghadirkan inovasi baru dengan melibatkan insan pers dalam kegiatan pesantren jurnalis. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, di Gedung KH Irfan Helmy Islamic Center Ciamis. Sementara itu, untuk pesantren jurnalis, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, secara langsung meresmikan pelaksanaannya di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Sabtu (20/03/2025).
Pesantren Jurnalis: Integrasi Keilmuan dan Keimanan
Pesantren Ramadan ke-3 ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa tingkat SD, SMP, SMA, lansia, hingga jurnalis dari berbagai media. Para peserta pesantren jurnalis mengikuti rangkaian kegiatan intensif, mulai dari registrasi, sholat Ashar berjamaah, pemaparan materi oleh Dr. KH Wasdi Ijudin M.Si, diskusi agama, hingga berbuka puasa bersama.
Usai berbuka, kegiatan berlanjut dengan sholat Magrib dan Isya berjamaah, diikuti sholat tarawih. Salah satu sesi utama dalam pesantren ini adalah pemaparan materi oleh Pimpinan Ponpes Darussalam Ciamis, yang juga Ketua ICMI dan Sekretaris MUI Kabupaten Ciamis, Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi MBA., M.Ag Dalam pemaparannya, ia akan membahas teori Ad-Dakwah serta peran jurnalis dalam perspektif Islam.,ungkap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab ciamis Ihsan Rasyad.
Foto: Kabag Kesra Pemkab Ciamis Ihsan Rasyad AKS.,M.M (Kiri) Bersama Pimpinan Ponpes Darussalam Ciamis K.H Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi MBA.,M.Ag
Jurnalis sebagai Penyeimbang Informasi
Dalam wawancara dengan awak media, Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi menekankan bahwa inisiatif pesantren jurnalis ini merupakan langkah luar biasa dari Pemkab Ciamis. “Ini sangat bermanfaat karena meskipun jurnalis terbiasa dengan dunia literasi dan pemberitaan, mereka juga membutuhkan penyegaran spiritual. Jurnalis memiliki peran besar dalam menyeimbangkan berita di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam profesi jurnalistik. “Spirit wartawan itu adalah bagaimana mereka menjadi orang-orang bijak. Jika seorang jurnalis tidak bijak, maka beritanya bisa menjadi blunder yang justru merugikan,” tambahnya.
Peran Jurnalis dalam Perspektif Islam
Dalam pandangan Islam, jurnalis memiliki peran sebagai pembawa berita yang baik dan benar. Dr. Fadlil mengutip Surah Al-Hujurat ayat 6 yang menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarkan. “Tabayun atau klarifikasi adalah prinsip utama dalam jurnalistik Islam. Apa yang kita keluarkan sebagai berita harus menjadi pembinaan dan pendidikan, bukan sekadar informasi,” jelasnya.

Pesantren Jurnalis, Langkah Inovatif bagi Daerah Lain
Ketika ditanya mengenai keberlanjutan program ini, Dr. Fadlil menegaskan pentingnya rutin mengadakan pesantren jurnalis. “Seharusnya ini menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan. Sesuatu yang baik jika dilakukan secara kontinu akan menjadi lebih baik dan membawa tren positif bagi Kabupaten Ciamis,” kata Pimpinan Ponpes Darussalam Ciamis yang akrab di sapa Ang Icep.
Ia juga berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. “Kabupaten Ciamis menjadi pelopor adanya pesantren jurnalis, dan semoga bisa diikuti oleh daerah-daerah lain,” pungkasnya.
Dengan adanya pesantren jurnalis ini, diharapkan para insan pers tidak hanya mahir dalam dunia pemberitaan tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat, sehingga dapat menyajikan berita yang tidak hanya akurat tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat luas.***



















Respon (0)