GAZA, KONDUSIF – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap serangan masif yang dilakukan Israel di Gaza. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, Trump menegaskan bahwa Hamas bertanggung jawab atas eskalasi kekerasan yang terjadi.
“Dia sepenuhnya mendukung Israel dan IDF serta tindakan yang telah mereka ambil dalam beberapa hari terakhir,” kata Leavitt kepada wartawan saat ditanya apakah Trump berupaya mengembalikan gencatan senjata di Gaza, seperti dilaporkan AFP, Jumat (21/3/2025).
Leavitt juga menyampaikan peringatan Trump kepada Hamas agar segera membebaskan sandera. Jika tidak, Trump menegaskan bahwa konsekuensi berat akan menanti kelompok tersebut.
“Presiden telah memperingatkan Hamas dengan sangat jelas bahwa jika mereka tidak membebaskan semua sandera, mereka akan menghadapi banyak hal buruk. Sayangnya, Hamas memilih untuk mempermainkan nyawa orang di media,” ujar Leavitt.
Korban Sipil Gaza Bertambah
Sementara itu, situasi di Gaza semakin memburuk seiring dengan meningkatnya serangan udara Israel. Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa korban tewas telah mencapai 504 orang, termasuk lebih dari 190 anak-anak. Angka ini meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat 470 korban jiwa.
Pada Selasa pagi, Israel kembali melancarkan gelombang serangan udara yang menghancurkan ketenangan relatif di wilayah tersebut sejak gencatan senjata diberlakukan pada 19 Januari.
Sebagai tanggapan, Hamas mengklaim telah menembakkan roket ke Tel Aviv pada Kamis (21/3), sebagai bentuk perlawanan terhadap meningkatnya jumlah korban sipil. Israel, di sisi lain, mengumumkan bahwa mereka telah menutup rute utama yang menghubungkan bagian utara dan selatan Gaza, seraya memperluas operasi darat yang telah mereka lanjutkan sejak Rabu (19/3).
Ketegangan di Gaza terus meningkat, dengan kedua belah pihak saling melancarkan serangan. Situasi ini menandai babak baru dalam konflik berkepanjangan yang terus memakan banyak korban, terutama dari kalangan sipil.








